PERMINTAAN MELONJAK: Seorang pedagang daging sapi di Pasar Anom tengah melayani pembeli. Harga daging selama Ramadan terpantau meningkat.KM/ Rahmatullah

Kenaikan Harga Daging Sapi Janggal

487 views

KORANKABAR.COM (SUMENEP)–Dipastikan harga daging jelang Hari Raya Idul Fitri akan semakin melangit. Saat ini saja harga daging sapi sudah merangkak naik.

Seperti di Pasar Anom yang merupakan pasar terbesar di Sumenep, naiknya harga daging sapi rata-rata Rp10 ribu per kilogram (kg), baik daging sapi yang berkualitas super maupun berkualitas biasa.

Harga daging sapi berkualitas super sebelumnhya hanya seharga Rp100 ribu, kini naik menjadi Rp110 ribu, sedangkan harga daging sapi berkulitas biasa yang sebelumnya hanya seharga Rp90 ribu kini naik menjadi Rp100 ribu.

Merespon hal itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengaku cukup aneh. “Kenaikan harga daging sapi di daerah lain barangkali bisa dianggap lumrah. Tapi tidak untuk Sumenep,” paparnya, Senin (29/6). Kenaikan harga daging di Kabupaten Sumenep mestinya tidak boleh terjadi, sebab populasi sapi disebut-sebut merupakan terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan hal itu, Juhari berharap agar persoalan itu diurai dan dicarikan solusi oleh SKPD terkait. “Kalau sapi didatangkan dari luar, wajar jika harga ikut daerah lain yang cenderung naik jika mendekati lebaran. Ini sapi punya sendiri malah harga tinggi,” tandasnya.
Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Sumenep Arief Rusdi pernah sesumbar soal populasi sapi itu. “Berdasarkan statistik yang ada, populasi sapi kita tertinggi di negara ini,” katanya. kebutuhan daging sapi tahun ini mencapai 640.000 ton atau sebanyak 3,4 juta ekor. Sementara populasi sapi di Sumenep ini mencapai 347.772 ekor.

Menurutnya, Sumenep memiliki tempat pemurnian sapi potong ditetapkan oleh Menteri Pertanian, yakni di Kepulaun Sapudi. “Di tempat itu hanya berisi sapi Madura. Tidak boleh ada sapi luar daerah,” ungkap Arief.

Sebenarnya di daratan juga ada wilayah yang menjadi pemurnian sapi potong, yakni di Kecamatan Batu Putih, Kecamatan Lenteng, Kecamatan Rubaru, dan Ambunten, tapi sentralnya tetap di Sapudi. Sebab itu, melihat populasi sapi yang tinggi, mestinya Sumenep tidak mengalami kekurangan stok daging sapi. Sebab itu, butuh langkah konkret mengurai persoalan itu.

Salah satu pedagang di Pasar Anom Hamidah memaparkan, kenaikan harga daging sapi tersebut dipicu meningkatnya permintaan konsumen. “Memang permintaan dari konsumen semakin meningkat,” jelasnya. Melambungnya harga daging sapi tersebut dikeluhkan sejumlah pembeli. Tapi ia sendiri tidak bisa berbuat banyak, karena pedagang lain juga menaikkan harga. (mat/h4d)

Related Search