Kepala Dispenda Mentahkan Tudingan Dewan

265 views

KORANKABAR.COM (PAMEKASAN)-Wacana kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) cukup mencuat beberapa hari terakhir. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Agus Mulyadi pun angkat bicara. Agus mengklaim jika tudingan para wakil rakyat mengenai bocornya PAD tersebut sangat tidak mendasar. Sebab selama ini, PAD Pamekasan dikatakan selalu memenuhi target.

Menurut Agus Mulyadi, wacana yang sempat tersebar di berbagai media itu cukup mengagetkan. Bahkan, beredarnya wacana tentang bocornya PAD tersebut membingungkan. Sebab selama ini PAD Pamekasan tidak bocor malah makin meningkat dari target yang sudah ditetapkan.

Dia menegaskan, tudingan para wakil rakyat mengenai bocornya PAD selama ini, sama sekali tanpa alasan yang jelas. Jika memang ada fakta dan bukti, tidak mungkin PAD kabupaten Pamekasan mengalami kebocoran. Sebab para petugas setiap kali menagih pajak dari segala macam sektor sudah disesuaikan dengan hasil pendapatan selama sebulan. Disamping itu, Dispenda juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

“Semuanya sudah terprosedural. Sehingga sampai saat ini kami masih belum paham betul mengenai bocornya PAD yang dimaksud. Kami tidak tahu dengan jelas. Kalau dari segi pendapatan PAD kita tidak bocor. Justru setiap tahun makin meningkat. Makanya kami bingung yang dimaksud bocor itu di mana,” ujarnya.

Salah satu bukti tercapainya target PAD Pamekasan, terang Agus, yakni bisa dilihat dari sektor perhotelan dan restoran. Hasilnya, sudah mencapai target yang ditentukan.

“Hotel dengan target Rp118. 270.000 tercapai Rp153. 532. 495, kenaikan target mencapai 129,82 persen. Restoran ditarget Rp544. 600.000 tercapai Rp1. 116.420.000, kenaikannya mencapai 205,00 persen,” bebernya.

Pendapatan tersebut, lanjut Agus, sudah tidak menerapkan aturan dari pemerintah setempat. Di mana untuk ketentuan dari pemerintah, pajak ditarik 10 persen dari setiap pengunjung. Menurutnya, sistem yang diterapkan terhadap para pemilik hotel dan restoran hanya atas sukarela.

“Target sudah tercapai meski tidak mengikuti ketetapan dari pemerintah. Makanya kami bingung soal kebocoran itu,” terang Agus.

Sementara Bupati Pamekasan Achmad Syafii menegaskan, pihaknya masih akan berupaya untuk mengetahui kebocoran yang dimaksud. Yakni, dengan cara mengumpulkan para anggota dewan untuk selanjutnya menggelar rapat bersama dalam agenda kejelasan mengenai bocornya PAD. Syafii belum bisa menentukan waktu pertemuan tersebut. Hanya saja, dia memastikan dalam waktu dekat ini.

“Jadi kami akan membahas, mengoreksi bersama, mengenai kebocoran-kebocoran tersebut. Jika memang benar ada kebocoran mari perbaiki bersama-sama. Mungkin setelah lebaran kami akan menggelar pertemuan dengan para wakil rakyat untuk membahas hal itu,” tukasnya. (ito/anm)

Related Search