UNASBERMASALAH: Ketiga siswa kelas IX SMPN 1 Tambelangan ini dipastikan akan mengikuti unas sembari menjalani tahanan Polres Sampang, karena status mereka sebagai tersangka tindak pidana.KM/SYAMSUL ARIFIN

Keseringan Nonton Bokep, Unas dalam Tahanan

1499 views

KORANKABAR (SAMPANG)-Gara-gara keseringan nonton bokep alias video porno, yang disimpan dalam telepon seluler (ponsel) masing-masing, tiga siswa SMPN 1 Tambelangan harus menjalani ujian nasional (unas) di dalam ruang tahanan Mapolres Sampang.

Ketiga siswa SMPN 1 Tambelangan itu, masing-masing berinisial L, J, dan B. Semuanya duduk di bangku kelas IX. Mereka memang berstatus tahanan Polres Sampang, karena menjadi tersangka dalam kasus asusila terhadap I, seorang siswi kelas V SD.

“Tanpa mengurangi hak mereka, ketiga siswa itu tetap bisa mengikuti unas. Tapi mereka harus mengikuti unas di dalam tahanan Mapolres Sampang,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) kurikulum Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Arif Budiansor kepada Kabar Madura, MInggu (3/5).

Arif menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kepala SMPN 1 Tambelangan, guna memfasilitasi ketiga siswa tersebut, dalam mengikuti unas yang akan dilaksanakan mulai hari ini (4/5). Bahkan naskah soal unas untuk ketiga siswa itu, juga akan dikirim pihak sekolah ke rutan Mapolres Sampang.

“Koordinasi sudah kami lakukan, dan mereka tetap bisa mengikuti unas. Untuk pelaksanaan bagi mereka juga akan dijaga oleh pihak sekolah dan pihak kepolisian, yang intinya sama dengan peserta unas lainya. Cuma yang membedakan, adalah tempatnya, karena dilakukan di (dalam lingkungan) Mapolres Sampang,” tutrnya.

Selebihnya Arif memastikan, selain ketiga siswa SMPN 1 Tamelangan itu, tidak ada lagi siswa SMP di Sampang yang akan mengikuti unas sambil menjalani tahanan, atau hukuman penjara. “Yang lain tidak ada, kecuali untuk tiga siswa SMPN 1 Tambelangan itu,” tandasnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun Kabar Madura dari pihak kepolisian, ketiga siswa SMP tersebut ditangkap aparat penegak hukum, setelah dilaporkan orangtua korban. Kepada penyidik, ketiga siswa itu mengaku, terpicu melakukan perbuatan asusila terhadap korban, lantaran keseringan nonton video porno dalam ponsel masing-masing.

Tindak pidana asusila tersebut, sesungguhnya dilakukan empat orang siswa, namun satu di antara mereka masih dalam pencarian polisi. “Sekarang kami masih memburu tersangka HI, yang diduga ikut memperkosa korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Hari Siswo Suwarno.

Sampai kemarin, pihak SMPN 1 Tambelangan belum bisa dikonfirmasi secara resmi terkait nasib peserta didiknya itu. Sebab, nomor ponsel yang biasa digunakan Kepala SMPN 1 Tambelangan, Sukamto, tidak aktif saat dihubungi. (sam/yoe)

Related Search

    Tags: