Komisi II DPRD Sumenep Memanas

1136 views

KORANKABAR (SUMENEP)-Komisi II DPRD Sumenep memanas dan terkesan ada perebutan kekuasaan pimpinan yang berujung kudeta pimpinan fraksi.

Sayangnya, kudeta tersebut dinilai ilegal atau tidak sah, karena semua anggota komisi yang berjumlah 11 tidak diberitahu dan tidak dilibatkan.

Bahkan rapat internal itu dituding dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan itu dinilai tidak beretika.

Iskandar, salah satu anggota fraksi yang mengaku tidak diberitahu dan tidak dilibatkan menandaskan, bahwa kudeta terhadap pimpinan komisinya tersebut ilegal dan tidak benar.

Sehingga pihaknya bertanya-tanya, kenapa tidak dilibatkan dan rapat tersebut terkesan disembunyikan. Apalagi jadwal kemarin adalah jawal fraksi bukan jadwal komisi.

“Saya sebagai anggota Komisi II tersinggung, cara yang seperti sangat tidak elok. Karena seharusnya semua anggota komisi diundang dan diberitahu, kalau tidak ada undangan tapi tiba-tiba ada rapat, itu kan gak jelas. Bukan hanya saya, tapi 2 anggota
saya yang juga dari fraksi tidak diberitahu, termasuk 2 anggota
lainnya,” ujar Ketua Fraksi PAN ini.

Bahkan dengan tegas dirinya menolak adanya kudeta dan pimpinan baru berdasarkan dari hasil kudeta tersebut, karena masih mempunyai di komisi II.

Ia menilai, meskipun dari rapat yang dilakukan itu menginginkan pimpinan komsi baru dan menghasilkan pimpinan baru, yaki Hari Ponto kendati dinilai tidak sah, namun etika, tata cara dan tata
tertib tetap harus dipakai.

“Hadir dalam rapat kudeta itu ada 6 dari 11 anggota. Walaupun
kudeta itu pijakannya adalah 50 persen plus satu, tapi paling tidak anggota yang lain diberi undangan,” ujarnya.

“Masalah hadir tidaknya atau setuju dan tidak setujunya terserah. Bahkan kami rasa itu adalah penzaliman terhadap hak-hak anggota Komisi II lainnya,” tukas Iskandar.

Ia mengungkapkan, seharusnya kebersamaan tetap dijaga meskpun dinamika memang akan tetap ada. Baik tidak suka atau ada mosi tidak percaya kepada pimpinan, tetap harus dibicarakan dalam satu meja.

“Bukan malah lewat belakang yang berujung pada kudeta,” sindirnya. (ong/h4d)

Related Search