HABIS: Siti Masnuri, istri FAI, saat di gedung KPK menunggu pemeriksaan beberapa waktu lalu. (KM/IST. )

KPK Pasangi Plang Rumah Istri FAI

1152 views

JAKARTA-Rumah Siti Masnuri, istri FAI, ikut disita KPK. Di rumah yang berlokasi di Jalan Bangka, Jakarta Selatan tersebut dipasangi plang yang meununjukkan kalau rumah tersebut kini telah disita. Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, penyitaan rumah tersebut terkait dengan penyidikan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) FAI. Priharsa mengatakan, upaya penyitaan terhadap aset itu sendiri dilakukan penyidik KPK pada Rabu 11 Maret 2015 lalu. Pemasangan plang sita ini, terkait proses penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Bupati Bangkalan dua periode itu. Tindakan serupa sebelumnya juga dilakukan penyidik KPK terhadap sejumlah aset di beberapa lokasi yang berbeda. Aset yang disita itu antara lain, sebuah rumah di Cipinang Cempedak II No. 25A, Jakarta Timur atas nama Kusnadi. Selain itu, penyidik KPK juga menyita tanah dan bangunan di Cipinang Cempedak IV No. 26, Jakarta Timur atas nama Fuad Amin Imron. “Sembilan bidang tanah di Jl. Dewi Sartika tak luput disita KPK. Aset yang disita itu atas nama Siti Masnuri (istri muda Fuad Amin),” tandas Priharsa Dalam penyidikan pencucian uang FAI penyidik telah melakukan penyitaan sejumlah aset dari berbagai daerah. Aset-aset milik Fuad Amin yang disita KPK tercatat cukup banyak, antara lain mobil, rumah, ruko, kondominium hingga uang sebesar Rp200 miliar. Fuad Amin sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap jual beli gas alam di Bangkalan. Kasus tersebut terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan pada 1 Desember 2014. Dia dijerat dengan Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. Dalam perkembangannya, KPK kemudian menetapkan juga Fuad Amin sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang. Dia disangka telah melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 ayat (1) Undang Undang Nomor 15 Tahun 2002 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003.(mtv/zis)

Related Search