Lahir dari Imajinasi Wabup Achmad Fauzi

264 views

KORANKABAR.COM “Saya ingin di Sumenep ada rumah yang khusus untuk para pemuda. Di rumah itu mereka bisa menyampaikan aspirasi tentang Sumenep yang kreatif, inovatif dan maju. Di rumah itu juga ada bukunya, internet gratis, ada kopi dan sederet kasur duduk lengkap dengan mejanya. Tidak hanya itu, juga bisa dijadikan tempat belajar, membaca, berdiskusi, menulis serta unjuk kreativitas anak muda lainnya. Bahkan kalau bisa ada kelas bahasa Inggris, menulis, public speaking, komputer dan desain grafis. Pokoknya, benar-benar menjadi tempat yang bisa menampung seluruh aspirasi dan bisa menumbuhkan kreatifitas anak muda,”

Begitulah kata Achmad Fauzi beberapa waktu lalu saat ditanya mengawali wawancara eksklusif tentang “Setahun Rumah Aspirasi Pemuda”.
Iya, berawal dari sebuah imajinasi sederhana itulah Rumah Aspirasi Pemuda lahir. Mantan jurnalis yang kini sebagai pengusaha muda itu ingin sekali menuntaskan jarak antara dirinya dengan para pemuda yang telah mengantarkannya ke kursi nomor dua di Sumenep.

Jiwa muda yang mengkristal dalam dirinya adalah salah satu alasan kenapa dirinya begitu berapi-api saat berdiskusi soal keginannya memberikan ruang berekspresi dan kreativitas bagi para pemuda Sumenep.
Pada saat itulah, sosok yang dikenal sebagai pemuda supel, tampil apa adanya dan murah senyum itu menugaskan salah seorang pemuda untuk mencari pemuda-pemuda lainnya dari berbagai karakter dan keahlian agar bisa mengurus Rumah Aspirasinya. Sehingga dalam memimpin Sumenep ke depan, arah dan gerakan yang hendak dirinya lakukan benar-benar konkret.

Dan itu pun terbukti, sejak RuAs Pemuda lahir, antara dirinya dengan para pemuda begitu dekat, nyaris tanpa sekat. Setiap even-even kepemudaan, suami Nia Kurnia tak pernah alpa hadir, menyemangati dan memberikan dukungan penuh. Kini, gagasan brilian itu telah membuahkan hasil. RuAs Pemuda tidak saja menjadi tempat menyampaikan aspirasi, tetapi menjelma menjadi rumah belajar yang sehat bagi para siswa dan mahasiswa.
“Semoga RuAs Pemuda tambah jaya. Saya berharap para pengurus konsisten melaksanakan kursus, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan inspiratif seperti yang diharapkan oleh para pemuda. RuAs tak boleh tertutup, tetapi harus terbuka bagi siapa saja,” katanya.

Untuk itulah, di ultahnya yang ke-1 ini harus dijadikan refleksi untuk terus berbenah. Agar RuAs Pemuda tidak statis, tetapi dinamis. “Selamat Ultah, berikan yang terbaik untuk para pemuda,” harapnya. (*)

Related Search