sapi

Larangan Karapan Sapi Menggunakan Rekeng Terabaikan

KORANKABAR (PAMEKASAN)-Keseriusan eksekutif dan legislative di bumi gerbang salam dalam mematangkan aturan, masih jauh dari harapan. Buktinya, aturan yang akan dikemas dalam bentuk peraturan daerah (Perda), hingga saat ini masih hanya sebatas wacana. Utamanya dalam penggunaan alat kerapan sapi, yakni rekeng dan pak-kopak (alat yang menggunakan bambu).

Salah seorang pentolan Demonstran Moh Elman menyatakan, ketidakjelasan aturan kerapan sapi, bakal berdampak terhadap wisatawan pencinta budaya Madura. Dengan demikian, sedikit demi sedikit para wisatawan tak lagi kagum dengan budaya Madura.

”Seharusnya jika memang akan dibentuk dalam sebuah aturan, perlu diperjelas. Sehingga, pelaksanaannya di lapangan tidak amburadul. Padahal, pemerintah sudah komitmen untuk tidak menggunakan alat kekerasan pada saat melaksanakan kerapan sapi. Akan tetapi, Perda-nya hingga saat ini masih belum jelas,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengatakan, selama ini memang sudah ada sejumlah upaya dari pemerintah. Baik dari empat kabupaten di Madura, Pemprov Jatim, maupun pemerintah pusat. Bahkan, Pemkab Pamekasan sudah menggagas pelaksanaan lomba kerapan sapi bebas penyiksaan alias pakopak sebagai upaya melestarikan budaya Madura.

Menurutnya, gagasan tersebut sudah disampaikan saat pertemuan antar-kepala daerah di Bakorwil IV Pamekasan, beberapa waktu lalu. Selain itu, pihaknya juga mendorong Pemprov Jatim agar memiliki Perda tentang Larangan Praktik Kekerasan dalam Kerapan Sapi. Sebab jika dibiarkan berlangsung, maka budaya daerah yang sudah terkenal hingga ke luar negeri tidak lagi menjadi menarik.

”Hanya saja ini belum tertuang dalam bentuk perundang-undangan, dan hanya merupakan kesepakatan antara pemilik sapi kerap dengan panitia pelaksana lomba dan Bakorwil IV Madura. Akibatnya, praktik kekerasan dalam setiap ajang lomba kerapan sapi masih ditemukan, sekalipun tidak separah sebelumnya. Kalau ada perda sebagai landasan hukum, mau tidak mau, kan harus dilaksanakan,” pungkasnya. (ito/anm)

Related Search