TERCEMAR: Limbah medis yang terbuang ke sungai dikeluhkan lantaran membuat ikan mati dan dianggap berbahaya terhadap lingkungan. (KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA)

Limbah Cair RSUD Mengalir ke Sungai

1212 views

KORANKABAR (PAMEKASAN)–Setelah berubah status menjadi Badan Layanan Umum Daerah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirdjo belum memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) khusus untuk limbah medisnya.

Untuk limbah medis cair, dibuang ke sungai yang alirannya hingga ke pemukiman warga, sementara limbah medis padat dibakar di tong. Limbah medis padat itu, setiap hari dikumpulkan ke dalam tong besar di belakang Gedung RSUD Pamekasan. Dalam jangka waktu tertentu, sampah padat itu kemudian dibakar.

Limbah medis yang berbentuk cair, sampai hari ini dialirkan melalui sungai yang melewati lahan RSUD, dan mengalir ke pemukiman warga.

Namun, sungai itu mulai dikeluhkan warga. Aktivis Kesatuan Aksi Lintas Masyarakat (Kalam) Moh Elman mendapatkan laporan warga Desa Panempan,di sekitar RSUD Pamekasan, bahwa sungai tersebut tidak lagi produktif. Ikan yang biasanya bisa didapat dari sungai itu, kini sudah sirna.

“Banyak warga yang mengeluh karena sering ditemukan ikan yang mati, mereka tidak berani mengkonsumsi karena jelas itu berbahaya karena limbah medisnya dibuang ke sungai itu,” ungkapnya, Kamis (24/4).

Menurutnya, dengan banyaknya makhluk hidup yang mati di sungai itu, menandakan proses pembuangan limbah ke sungai belum benar-benar steril. Perlu ada campur tangan pemerintah dalam mengatasi hal itu dan pihak RSUD Pamekasan harus bertangungjawab. Karena, bila dibiarkan kerugian ada di pihak warga setempat.

“Artinya, kalau masih ditemukan ikan yang mati berarti limbahnya belum steril, harus ada yang bertangungjawab atas hal ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Humas RSUD Pamekasan Saleh Lahadi mengakui bahwa limbah medis berbentuk cair dibuang melalui sungai. Namun, sebelum sampai ke sungai sudah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Terdapat tiga tahap, mulai dari penghancuran, kemudian sterilisasi baru dialirkan ke sungai.

“Sebelum sampai ke sungai, sebenarnya sudah melewati tiga tahap di intalasi IPAL, dan waktu alirannya sampai ke sungai sudah sangat steril dan aman,” katanya.

Indikatornya, kata Saleh, telah dibuktikan bahwa banyak makhluk hidup yang tetap bertahan hidup di sungai yang melintasi lahan RSUD. Limbah medis tersebut berupa air sisa pembuangan dari kamar operasi, ruang perawatan, ruang pelayanan. Setiap ruangan mempunyai saluran sendiri yang langsung terhubung ke IPAL.

Sementara untuk limbah padat, pihaknya bekerjasama dengan sebuah lembaga di Surabaya. Setelah dibakar, sisanya akan dikirim ke Surabaya dan dipastikan tidak akan dibuang ke tempat pembuangan sampah umum.

Sebelum dikirim, lanjut Saleh, penyimpanannya dalam tong yang tertutup rapat sehingga tidak menimbulkan bau tidak sedap. “Kami pastikan, untuk limbah padat juga tetap aman karena juga melalui proses pembakaran sebelum dikirim,” tandasnya. (waw/h4d)

Related Search