KM/FATHOR RAHMAN BUKAN WAKIL RAKYAT: Suasana DPRD Sumenep yang sepi. Para mahasiswa jengkel terhadap ulah anggota dewan yang tidak lagi mencerminkan mereka sebagai wakil rakyat.

Mahasiswa Dikibuli Anggota Dewan

288 views

KORANKABAR (SUEMENEP)–Para anggota DPRD Sumenep dituding tidak lagi mewakili dan memperjuangkan aspirasi rakyat di bawah. Setidaknya itu dirasakan sendiri oleh para mahasiswa yang hendak melakukan audiensi dengan salah satu komisi.

Adalah para mahasiswa dari Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAM’S) yang hendak melakukan audiensi ke salah satu komisi yang ada di kantor dewan. Namun mereka ditolak meski sudah disanggupi akan ditemui.

“Kenapa kami nilai tidak lagi menjadi wakil rakyat, karena dua kali saya mau audiensi persoalan yang ada kaitannya dengan rakyat, selalu ditolak dengan alasan yang macam-macam. Pertama kami mau audiensi dan disanggupi, tapi ternyata tidak ditemui. Lalu yang kedua, kami ditolak lantaran tidak memasukkan surat 2 hari sebelumnya. Entah ketika sudah disebut tidak lagi menjadi wakil rakyat, mungkin hanya menjadi wakil kelompok tertentu atau wakil dirinya pribadi,” papar Hazmi, koordinator aksi.

Paling menyakitkan, menurut Hazmi, ketika dirinya hendak melakukan audiensi dan disanggupi. Tetapi ketika sudah dijadwalkan, ternyata digagalkan dengan alasan pembahasan. “Ketika kami cek, ternyata dari pagi sampai jam 4.00 sore tidak ada pembahasan atau kegiatan apa-apa. Mereka (anggota dewan) tidak ada di kantor atau tidak masuk, padahal dibutuhkan masyarakat,” ujar Hazmi.

Bahkan, sejak beberapa hari ini pada saat masuk bulan Ramadan  kantor DPRD Sumenep nyaris seolah tak berpenghuni. “Sepi, karena mungkin penghuninya malas masuk atau sedang plesiran,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Sumenep, R Moh Mulki, mengatakan 50 anggota dewan tidak kelihatan di kantor dewan sejak tanggal 29 Juni, karena ada kegiatan di luar kota. Yakni, ada workshop bimtek di Surabaya.

“Semua anggota dewan sedang ada kegiatan di Surabaya, jadi 50 anggota dewan, kecuali yang sakit satu orang tidak ikut kegiatan workshop bimtek di Surabaya dan penyelenggaranya itu adalah Universitas Wijaya Kusuma. Kegiatan itu selama 4 hari, yakni dari tanggal 29 Juni sampai dengan tanggal 2 Juli,” ujarnya. (ong/zis)

 

Related Search

    Tags: