Masuk DNT, Absen Unas Tanpa Alasan

1162 views

KORANKABAR (PAMEKASAN)-Data sementara, ditemukan sebanyak lima siswa yang tidak hadir dalam pelaksanaan ujian nasional (Unas) hari pertama, Senin (12/4). Ketidakhadiran mereka tanpa alasan yang jelas, dari sekolah maupun dari pihak siswa. Anehnya, kelimanya sudah masuk daftar nominasi tetap (DNT) peserta Unas 2015 .

Mereka berasal dari Madrasah Aliyah (MA) Assidiqi Desa toronan, Kecamatan Pamekasan. Pelaksanaan Unas madrasah tersebut berada di MAN 1 Jungcangcang Pamekasan, karena sebagai subrayon untuk madrasah di bawah naungan Kementerian Agama yang tidak bisa melaksanakan Unas sendiri .

Menurut Kepala MAN Jungcangcang Mohammad Syarif, saat diketahui ketidakhadiran mereka kemarin pagi, pihak MA Assidiqi langsung dihubungi. Sayangnya, tidak didapatkan jawaban yang pasti tentang alasan ketidakhadirannya dalam Unas. Sebelumnya, pihak Madrasah Assidiqi juga tidak melaporkannya.

“Belum ada kejelasan; mereka mundur atau bagaimana. Kami juga sudah konfirmasi ke pihak sekolah, tapi balasan dari pihak sekolah belum jelas alasannya,” ungkap Syarif.

Ditambahkan, dalam konfirmasi balasan dari pihak MA Assidiqi, hanya dinyatakan bahwa mereka telah berhenti sekolah sebelum pelaksanaan Unas. Anehnya, nama-nama mereka bisa lolos dalam daftar nominasi sementara (DNS) dan terverifikasi hingga DNT. Dengan lolosnya nama mereka di DNT, berarti dipastikan terdaftar sebagai siswa yang ikut Unas.

“Seharusnya kalau sudah masuk DNT, bukan DNS-nya. Artinya sedari awal sudah resmi ikut Unas. Tapi alasan mereka berhenti dari sekolah baru diketahui sekarang (kemarin, red),” telisik Syarif.

Sementara untuk siswa gagal Unas lainnya, Ketua Panitia Unas Kabupaten Pamekasan Moh Tarsun, belum bisa merinci jumlahnya. Namun diperkirakan, pasti ada siswa yang gagal mengikuti Unas tahun ini. Sebab, sudah ada laporan dari masing-masing sekolah penyelenggara Unas. Namun, belum direkapitulasi.

“Kemungkinan ada. Karena laporannya sudah kami terima. Tapi belum direkap, karena sekarang masih fokus pada penyerahan LJUN dan naskah soal. Karena LJUN harus terkirim ke panitia Unas Jawa Timur sore ini (kemarin, red),” ungkap Tarsun.

Tahun ini, pelaksanaan Unas tingkat SLTA sederajat di Kabupaten Pamekasan, diikuti 11.747 siswa. Jumlah itu, gabungan dari sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama. Rinciannya, untuk tingkat SMA sebanyak 3.526 siswa, tingkat Madrasah Aliyah berjumlah 5.061 siswa. Sementra tingkat SMK, diikuti 2.600 siswa. (waw/anm)

Related Search