madura united perssuJAGA BOLA: Duel ketat mewarnai laga ujicoba antara Deltras Sidoarjo versus MU-P di Stadion Jenggolo, kemarin. Pertandingan ini mampu dimenangi MU-P dengan skor 1-0. (KM/Ainul Anwar)

Menang dengan Banyak Catatan

1463 views

SIDOARJO-Madura United Perssu (MU-P) kembali mencatat hasil memuaskan dalam laga ujicoba di Stadion Jenggolo, kemarin. Menghadapi Deltras Sidoarjo, skuat yang juga berjuluk Laskar Sape Kerrab ini memetik kemenangan 1-0.

Hanya saja, hasil tersebut tak membuat pelatih Bonggo Pribadi puas. Bagi mantan pemain PSIS Semarang ini, kinerja pasukannya butuh pembenahan di beberapa sisi.

Pelatih yang kerap disapa BP mengatakan, anak asuhnya sering salah umpan, sering kehilangan bola dan gagal konsentrasi sejak menit awal.

“Anak-anak tidak tampil lepas seperti ketika melawan Persela Lamongan. Meski kami menurunkan pemain muda, yang perlu disadari, Deltras adalah peserta di Liga Nusantara. Seharusnya pemain bisa lebih banyak lagi mencetak gol,” ujar BP.

Selain itu, BP memiliki catatan, pemainnya gagal menerapkan strategi yang diintruksikan dalam menghadapi Deltras. Bahkan, barisan pemain muda MU-P dalam penilaian BP terkesan kebingungan dalam lapangan.

“Kami memaklumi, kemarin baru ujicoba kedua selama pemusatan latihan di Surabaya. Pembenahan salah komunikasi antar lini harus kami tata. Mereka juga kurang aktif dalam pergerakan tanpa bola sehingga lawan mudah membaca serangan,” tandas BP.

Pertandingan lawan Deltras memang memberikan ‘evaluasi’ tersendiri. Hasil tersebut menjadikan MU-P belum mengalami kekalahan dalam serangkaian pertandingan ujicoba ke-enam yang dijalani tim didikan, Bonggo Pribadi.

Menurunkan komposisi pemain berbeda daripada saat menahan imbang Persela Lamongan 2-2, MU-P baru lepas dari kebuntuan dalam skema penyerangan pada menit ke- 80 melalui kaki Nur Huda.

Pertandingan yang digelar sejak pukul 15.35 WIB, MU-P sudah harus mengalami serangan bertubi-tubi tuan rumah yang dikomandani pemain senior Uston Nawawi. Praktis, MU-P sepanjang pertandingan babak pertama, hanya mampu bermain dengan mengandalkan serangan balik.

Para pemain muda MU-P yang diturunkan sejak menit awal terlihat kalah pengalaman dengan pemain-pemain Deltras yang dihuni Mat Halil, Jefry Dwi Hadi dan Uston Nawawi. Secara kasat mata, penguasaan bola MU-P kalah jauh dari Deltras.

Bahkan, selama berlangsungnya babak pertama, MU-P jarang merangsek ke pertahanan Deltras dan melesakkan satupun shooting on goal. Berbeda dengan tuan rumah, mereka sudah beberapa kali melakukan percobaan shooting on goal.

Salah satunya, peluang manis, diciptakan Uston Nawawi pada menit 45 melalui tendangan bebas dekat kotak penalti. Sayang tembakan kerasnya mengenai mistar gawang MU-P yang dijaga mantan rekan setimnya di Persebaya Surabaya, Dedi Sutanto.

Memasuki babak kedua, MU-P mulai menurunkan beberapa pemain inti. Striker Benny Ashar menggantikan Adi Sulistya yang tampil kurang maksimal. Di posisi sayap kiri, Nur Huda menggantikan M Tamo.

Kendati MU-P memasukkan dua amunisi baru, nyatanya Deltras tetap menguasai permainan. Dukungan ratusan suporter setianya, Delta Mania, menjadikan Deltras terus menekan pertahanan MU-P. Tekanan tersebut terus tersaji hingga sepuluh menit babak kedua.

Kesiapan fisik pemain MU-P mulai mampu ditunjukkan saat pertandingan babak kedua berlangsung 11 menit. M. Fajri dan kawan-kawan balik menekan Uston Nawawi dan kawan-kawan. Tekanan bagi Deltras makin kencang setelah pelatih Bonggo Pribadi memasukkan gelandang Habibi dan M Said.

Gol yang ditunggu akhirnya tercipta. Berawal dari solo run Benny Ashar ke dalam kotak penalti, lalu memberikan umpan terobosan kepada Nur Huda yang dalam posisi bebas. Huda yang hanya tinggal berhadap-hadapan dengan penjaga gawang, mengecoh kiper lawan dan menendang bola pelan ke gawang Deltras.

Drama di menit ke-80 tersebut menjadikan MU-P unggul satu gol atas Deltras. Skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit tanda usainya pertandingan berbunyi. (aan/bri)

Related Search