SEMANGAT: Manajemen KUP Pojur bergerak cepat menyukseskan swasembada pangan di Madura, salah satunya dengan memanfaatkan keunggulan pupuk NPK Tablet Pamafet. (KM/Tabri S Munir)

Mengenal Kiprah Kelompok Usaha Produktif (KUP) Pojur (10)

Hingga kini, masalah pupuk masih terus membelenggu petani Madura. Ketika memasuki musim tanam, mereka dibenturkan kelangkaan. Ini dipicu lemahnya pengawasan pemerintah terhadap perilaku penimbunan.

Hairul Anam & Tabri S Munir, Pamekasan

Bambang Priyanto selaku Eksekutif KUP Pojur Bidang Pertanian menegaskan, persoalan tersebut telah lama menjangkiti kehidupan petani Madura. Dan sampai detik ini, nyaris tidak ada jalan keluarnya.

Nah, KUP Pojur hadir salah satunya untuk meretas solusi atas problem tersebut. Karenanya, dipilihlah pupuk NPK Tablet Pamafet guna menumbuhsuburkan penanaman padi.

Selain pemupukan hanya dilakukan satu kali setelah tanam, Pamafet menargetkan adanya peningkatan produksi. Jika pertanian dengan sistem yang selama ini umum dilaksanakan oleh petani di Madura hasil panen berkisar antara 6-6,5 ton/hektare, Pamafet memasang target minimal 7 hingga 8 ton gabah setiap hektare.

“Selain itu, penggunaan pupuk NPK Tablet Pamafet telah lama dilaksanakan di Kabupaten Penajam, Kalimantan. Hasilnya, membuat sumringah para petani di sana,” ungkap Bambang Priyanto kepada Kabar Madura, kemarin.

Petani Madura, lanjutnya, dalam menggarap lahannya dengan perlakuan terbaik setiap musim tanam, dalam setiap hectare menggunakan pupuk dengan uraian sebagai berikut: sebelum tanam, menggunakan pupuk organik antara 1.000 kilogram atau lebih dalam 1 hektare.

Kemudian pupuk ZA berkisar antara 100 kg/hektare. Selanjutnya, pupuk NPK 200-250 kg/hektare. Sementara pupuk Urea penggunaan dalam satu hektare mencapai 250-300 kg per hektare. Pemupukan tersebut dilakukan selama tiga kali, yakni sebelum tanam, setelah tanam, dan setelah padi mulai tumbuh.

“Sementara dengan menggunakan NPK Tablet Pamafet, pemupukan dilakukan satu kali setelah tanam dengan kebutuhan dalam satu hektarnya hanya 270 kg,” ungkapnya.

Dilakukannya pemupukan satu kali jika gunakan pupuk NPK Tablet Pamafet, karena dalam satu tablet 4 gram atau 5 gram, sudah terdapat kandungan nitrogen, fosfor dan kaliumnya dengan perincian 30 N, 6 fosfor, dan 9 kalium.

Kandungan tiga unsur di masing-masing tablet tersebut, imbuh Bambang, akan memulai sesuai dengan perkembangan tanaman dan akan habis terserap hingga panen.

Pilihan gunakan NPK tablet tak lepas dari visi Pamafet dan KUP Pojur yang ingin menjadi yang terbaik dalam industri pupuk. Lebih dari itu, menyediakan teknologi maju dalam pemupukan dengan efesiensi tinggi.

KUP Pojur sendiri, saat ini sedang melakukan demplot penanaman padi menggunakan pupuk NKP tablet di lahan seluas 2 hektare. Penggunaan pupuk NPK Tablet produksi Pamafet tersebut, sudah berjalan sejak Mei lalu.

Selain di Pademawu Timur, uji coba penanaman padi menggunakan pupuk NPK Tablet Pamfet juga dilaksanakan di Desa Karang Buddih, Kecamatan Gapura, Sumenep.

Pamafet, selaku produsen NPK Tablet sebelum menjual secara luas selalu melakukan uji coba lebih awal di beberapa lahan, dengan perlakuan berbeda pada masing–masing petak lahan sebagaimana dilakukan di Pamekasan dan Sumenep. (h4d)

Related Search