MU-P, Identitas Baru Sepakbola Madura

1981 views

KORANKABAR (SUMENEP)-Usai melakukan serangkaian persiapan pembentukan tim, akhirnya skuat Madura United Perssu (MU-P) yang akan menjalani kompetisi Divisi Utama 2015 diperkenalkan secara resmi kepada khalayak pada Minggu (5/4).

Perkenalan tim berkostum kebesaran loreng hijau-kuning tersebut juga menjadi media ikrar bahwa MU-P sudah siap menjalani kompetisi kasta kedua di Indonesia.

“Bagi kami, ini adalah ikrar bahwa kami sudah harus maju dan menatap target masa depan bersama MU-P. Tidak ada kata melihat ke belakang lagi, ini adalah ikrar bahwa kami siap jalani kompetisi,” ucap Bonggo Pribadi, Pelatih Kepala MU-P.

Kegiatan yang digelar di depan Masjid Agung Sumenep atau di depan taman bunga itu dihadiri semua lapisan masyarakat di Sumenep.

Mulai anak muda, ibu-ibu dan suporter dari empat kabupaten di Madura. Sebelumnya, Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma menegaskan bahwa MU-P saat ini sudah menjadi ikon Sumenep dan juga sudah menjadi identitas Madura.

Tak heran, pria asal Talango tersebut mengajak kepada seluruh publik yang hadir untuk mulai bahu-membahu mendukung MU-P agar bisa berkompetisi di kasta lebih tinggi.

“Kebanggaan atas tim ini sudah mulai tumbuh. Pucuk dari semangat ini harus kita pupuk bersama-sama, agar MU-P mampu berprestasi lebih jauh lagi,” ucap Herman.

Wabup Sumenep, Soengkono Sidik menyampaikan bahwa prestasi MU-P berlaga di Divisi Utama adalah prestasi Sumenep.

“Prestasi ini harus kita dukung bersamasama agar terus meningkat. Kita semua punya mimpi, Sumenep mampu tembus ke ISL,” tegas Soengkono.

Launching yang digelar di depan Masjid Agung Sumenep kemarin pagi dimeriahkan dengan musik dangdut dan acara senam massal yang diikuti ribuan masyarakat.

Selain itu juga dihebohkan dengan dandanan unik dari beberapa suporter Peccot Mania. Ada yang berdandan a la tengkorak serta badut dengan iringan tetabuhan perkusi layaknya ketika pertandingan.

Sorak sorai masyarakat semakin ramai, ketika beberapa model menampilkan fashion show di atas panggung dengan menggunakan jersey MU-P untuk laga kandang dan tandang.

Kemudian disusul seluruh pemain, pelatih dan manajemen MU-P memperkenalkan diri.

“Sengaja kami konsep launching dengan acara senam massal agar masyarakat Sumenep dan Madura kompak mendukung MU-P sebagaimana filosofi dalam senam,” ujar asisten manajer MU-P, R. Abdul Wahed.

Sementara itu, manajer MU-P Didik Untung Syamsidi mengatakan, jersey hijau kuning yang diperkenalkan, akan dipakai sebagai kostum kandang. Menurut Didik, Kabupaten Sumenep identik dengan hijau yang melambangkan kesejukan.

“Warna jersey kandang MU-P sama seperti lambang Sumenep yang identik dengan warna hijau. Agar masyarakat merasa memiliki dan bangga terhadap klub sepakbola asal Sumenep,” ujar Didik.

Sementara untuk jersey tandang, adalah loreng merah putih dengan garis horisontal dengan tulisan Madura di jersey bagian depan.

Alasannya, Didik mengaku, meski MU-P berasal dari Sumenep,
akan tetapi solidaritas sebagai wakil sepakbola Madura harus dikedepankan.

“Baju adat khas Madura kan loreng merah putih horisontal. Jadi jersey itu dipakai untuk kostum tandang. Agar masyarakat luar Madura tahu, bahwa sepakbola di Madura sudah maju,” urai Kepala DPPKA Sumenep tersebut.

Terkait target dalam kompetisi nanti, Didik mengaku tidak muluk-muluk. Yang penting MU-P tidak terdegradasi musim depan.

“Kalau target tetap harus di 5 besar. Sebab ada kebijakan baru, peserta divisi utama peringkat 6 ke bawah di masing-masing grup akan degradasi,” tandas Didik.

Launching yang mengusung tema Sepakbola untuk Persatuan Madura menuju Indonesia Jaya dihadiri sejumlah perwakilan suporter dari Madura. Taretan Dhibik, Trunojoyo Mania dan K-ConK mania hadir untuk memastikan dukungan untuk Madura Bersatu.

“Kami akan berupaya untuk terus menjaga pesan persaudaraan
dari sepakbola Madura. Kami akan terus jaga komitmen Suporter Madura Bersatu,” tegas Rivai, pembina Taretan Dhibik Pamekasan.

Sementara Ketua Mabes Peccot Mania Sumenep, Hasyim mengaku sangat berterima kasih kepada suporter di seluruh Madura yang rela jauh-jauh datang ke Sumenep untuk memeriahkan perkenalan MU-P.

“Kami mewakili Peccot Mania, mengucapkan terima kasih kepada K-Conk Mania, Trunojoyo Mania dan Taretan Dhibik yang telah datang ke Sumenep,” ujar Hasyim.

Hasyim berharap, kekompakan yang terjalin antar suporter di Madura selama ini, tetap terjaga. Meski di empat kabupaten telah sama-sama memiliki klub sepakbola.

“Harapannya sederhana saja, kebersamaan, kekompakan dan
persaudaraan kita tetap utuh selamanya. Dengan menjunjung
tinggi suporter Madura Bersatu,” imbuh Hasyim.

Dirijen Peccot Mania itu mengatakan, sudah berikrar bersama empat elemen suporter di Madura, untuk saling mendukung semua klub sepakbola di Madura. Untuk meminimalkan gesekan antarpendukung.

“Suporter di Madura juga mengaku siap mendukung MU-P. Dan Peccot Mania juga siap mendukung klub sepakbola di Madura. Sebab K-Conk Mania memiliki Perseba Bangkalan, Trunojoyo Mania memiliki King Lebur yang sama-sama akan berlaga di liga nusantara. Sementara Taretan Dhibik memiliki Persepam dan Pamekasan FC. Peccot Mania mendukung MU-P,” urai Hasyim. (aan/bri)

Related Search