TETAP AMBISI: Skuat MU-P belum memastikan untuk mengikuti Piala Kemerdekaan yang disiapkan Tim Transisi Kemenpora. (KM/Ainul Anwar)

MU-P Ikut Piala Kemerdekaan Jika Home-Away

472 views

KORANKABAR (SUMENEP)-Tim Transisi bentukan Kemenpora RI merencanakan akan menggelar tiga turnamen sebagai pengisi kekosongan kompetisi, yakni Piala Presiden, Piala Kemerdekaan, dan Piala Panglima TNI.
Dari tiga turnamen tersebut, baru Piala Kemerdekaan yang dipastikan akan Kick Off 24 Juli mendatang.
Turnamen Piala Kemerdekaan tersebut juga direncanakan selesai pada 16 Agustus.

Dengan jadwal tersebut, pelaksanaan Piala Kemerdekaan akan berlangsung selama 24 hari saja. Menilik jadwal yang mepet tersebut, Didik Untung Syamsidi, Manajer Madura United Perssu (MU-P) mengaku pesimis pertandingan akan digelar dengan sistem home away.

“Kami ada keinginan ikut, tetapi dengan catatan turnamen tersebut bukan home turnamen. Sebab, sebagian besar suporter berharap ada pertandingan yang dilangsungkan di Stadion A. Yani secara langsung dengan sistem home-away,” ungkap Didik Untung Syamsidi, Minggu (14/6).

Berbeda dengan Turnamen Piala Kemerdekaan yang sudah memiliki jadwal kick off pasti, dua turnamen lainnya, menurut anggota Tim Transisi bidang kompetisi Tommy Kurniawan masih didalami, mengingat tidak mudah untuk menggelar pertandingan dalam waktu dekat.

“Selain karena ada bulan puasa, juga terkait kesiapan tim peserta. Mengingat Piala Presiden akan diikuti oleh tim-tim Liga Super Indonesia, sementara beberapa tim sudah ada yang membubarkan diri,” kata Artis yang sempat menjadi Caleg dari PKB.

Pelaksanaan Piala Kemerdekaan tersebut, menurut Tommy Kurniawan hingga saat ini sudah terdapat sebanyak 24 tim yang mengonfirmasi keikutsertaannya. Jumlah itu menurutnya bisa bertambah seiring proses verifikasi peserta yang dilakukan oleh Badan Olah Raga Profesional Indonesia (BOPI).

“Pendaftaran peserta masih dibuka seiring dengan proses verifikasi yang akan dimulai pekan depan hingga seminggu sebelum turnamen digelar,” imbuh Tommy Kurniawan.

Sebelum turnamen digelar, menurut Ketua BOPI Noor Aman, Ketua BOPI akan lebih dulu dilakukan proses verifikasi untuk operator. Namun, hingga kini, menurut Noor Aman belum ada pengajuan formal dari para calon operator kepada pihaknya.

Untuk bisa memenuhi proses verifikasi bagi operator, menurut Noor, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh calon operator turnamen. Aspek utama yang harus bisa dimiliki oleh sang calon operator adalah modal.

“Kelayakan operator tetap akan diverifikasi dari beberapa sisi, sama dengan klub. Namun yang utama dari sisi finansial, harus kita ketahui apakah mereka punya modal atau tidak untuk menyelenggarakan turnamen. Perkiraan kami, paling sedikit promotor harus bisa menyiapkan modal sebesar Rp10 miliar hingga Rp15 miliar, dengan asumsi untuk 10 klub peserta. Ini merupakan jaminan mereka,” katanya.

BOPI sendiri memiliki waktu sepekan ini untuk melakukan verifikasi calon operator/promotor. Sebab, Tommy Kurniawan keputusan terkait masalah promotor, hak siar, dan sponsor turnamen akan diputuskan pada pekan depan. (bri)

Related Search