MU-P Terancam Tidak Lolos Verifikasi

982 views

F-BBB

KM/Ainul Anwar

DIALOG: Perwakilan elemen suporter MU-P, Peccot Mania ketika bertemu Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma di gedung dewan, kemarin.

 

 

 

SUMENEP- Digunakannya lapangan Stadion A. Yani Sumenep sebagai tempat pembukaan O2SN kemarin lusa terus mendapat sorotan dari Peccot Mania.

Kemarin, Rabu (4/3), perwakilan kelompok suporter Sumenep mendatangi kantor DPRD Sumenep guna menyampaikan keluhan atas pelaksanaan pembukaan O2SN Disdik Sumenep hingga mengakibatkan berantakannya lapangan Stadion A. Yani Sumenep.

“Kami sangat kuatir lapangan Stadion A. Yani tidak lolos verifikasi. Sebab, imbasnya sangat besar. Bisa-bisa pertandingan digelar di luar Sumenep. Yang pasti, alternatifnya pasti Bangkalan atau di Surabaya. Kami tidak ingin itu, maka kami minta pengawalan kepada wakil kami di DPRD agar tidak lagi ada kecerobohan” ungkap Hasyim, Dirigen Peccot Mania.

Selama di Gedung DPRD Sumenep tersebut, perwakilan Peccot Mania yang mengaku datang secara dadakan karena tak ingin timnya menjadi tim musafir selama jalani Kompetisi Divisi Utama ditemui oleh Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma.

“Kami datang ke DPRD ini ingin mengadukan masalah stadion yang ditempati kegiatan Dinas Pendidikan, sebab akibat kejadian tersebut, rumput yang masih dalam pemeliharaan sudah rusak lagi, ” jelas Ketua Mabes Peccot Mania, tentang tujuan utama kedatangannya ke DPRD Sumenep.

Dalam dialog terbatas dengan Ketua DPRD Sumenep tersebut, perwakilan Peccot Mania menyampaikan aspirasi dan meminta DPRD untuk menindaklanjuti pengelolaan stadion A Yani. Sebab kejadian tersebut sudah membuat para suporter kuatir,  utamanya kerusakan rumput stadion yang sedang dalam pemeliharaan akan berdampak pada hasil verifikasi PT. Liga Indonesia.

Dalam penilaian Hasyim, Dinas Pendidikan seharusnya ikut berperan serta memperhatikan stadion yang masih dalam tahap pemeliharaan. Menurunya, kegiatan tersebut bisa dilaksanakan di lain tempat, tidak harus dalam lapangan yang masih dalam proses perbaikan.

Lebih lanjut, Hasyim, menceritakan pemain MU-P sering mengalah dengan melakukan latihan di lapangan lain bahkan sampai diliburkan demi menjaga kondisi stadion. Justru, dengan mudahnya lapangan yang akan dilakukan verifikasi justru ditempati kegiatan lain.

“Padahal banyak lokasi yang bisa dijadikan tempat kegiatan Dinas Pendidikan itu, bisa disamping lapangan atau lapangan Giling dan juga halaman Pemda, kan sama-sama luas” paparnya dengan penuh kekecewaan.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma yang menemui sejumlah suporter Peccot mania mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang diterima. Ia akan mengecek sejauh mana kerusakan rumput stadion A Yani.

“Kami juga akan menanyakan kepada dinas terkait termasuk Dinas Pendidikan sejauh mana kegiatan tersebut,” papar Herman Dali Kusuma pada Kabar Madura usai pertemuan tersebut.

Ia mengatakan, aspirasi dan kepedulian masyarakat terhadap sepakbola di Sumenep yang sudah bertahun-tahun menunggu kejayaan sepak bola asal Sumenep harus diperhatikan, salah satunya pemerintah harus memberikan fasilitas yang memadai terhadap  kebutuhan sepakbola dan juga memperhatikan proses pembangunan di Sumenep agar tidak merugikan.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, A Shadik mengaku sudah mendapat izin untuk menggunakan stadion A. Yani dari KONI Sumenep. Apalagi menurut Shadik, rusaknya rumput stadion tidak akan bertahan lama.

Terpisah, Ketua KONI Sumenep, Ahmad Sofyan menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan izin. Sofyan mengaku, pihaknya hanya bertugas sebagai pemelihara stadion dan menjaga kebersihan jika  terdapat sampah.

Sementara itu, kondisi di lapangan Stadion A. Yani Sumenep usai digunakan sebagai tempat pembukaan O2SN ternyata tak hanya menyisakan bekas kaki. Sejumlah bekas roda kendaraan juga masuk ke tengah lapangan. Hal itu, sebagaimana disampaikan suporter adalah kendaraan yang digunakan sebagian panitia yang lalu lalang usai acara. (aan/bri)

 

Related Search