MINTA KEPASTIAN: Sejumlah koordinator nasabah sedang berkumpul di depan kantor KSP di Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. (KP/Agus Purwoko)

Nasabah Khawatirkan Uang Tabungan

1429 views

SUMBERASIH-Nasabah sebuah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Desa Lembahkembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, sedang waswas. Mereka khawatir uang tabungan mereka di koperasi tersebut tak cair. Seharusnya, tabungan itu cair jelang lebaran Idul Fitri. Namun kemarin (18/3), mereka sudah mempertanyakan nasib uang tabungan tersebut.

Kemarin pagi sebagian koordinator nasabah berkumpul di kantor koperasi tersebut. Hal itu membuat Kapolsek Sumberasih AKP Bambang Ponco dan anggotanya berjaga-jaga di kantor yang juga ditempati salon dan rias pengantin tersebut.

“Mereka bukan melurug, tapi diundang sekretaris koperasi untuk bermusyawarah. Jadi, masalahnya memang uang tabungan. Kami di sini agar musyawarahnya berjalan kondusif,” ungkap Kapolsek usai pertemuan.

Ia mengaku sempat memediasi dan menyarankan dua pihak yang bermasalah untuk ke Mapolres Probolinggo Kota. Itu pun jika memang nantinya ada unsur pidananya, ia menyarankan diselesaikan di Mapolres. “Perwakilan dari nasabah, sekretaris, dan kelengkapan administrasinya, sudah dibawa ke Mapolres Kota,” terang Kapolsek.

Sementara itu, Nasyim (40) salah seorang koordinator nasabah mengatakan, dana dari nasabah yang ditanganinya, disimpan di koperasi tersebut sebesar Rp260 juta. Uang sebanyak itu menurutnya seharusnya dicairkan dengan batas waktu hari raya Idul Fitri tahun ini. Nasyim sendiri punya uang tabungan senilai Rp8 juta.

Lalu kenapa para nasabah itu datang ke koperasi jauh sebelum waktu pencairan? Warga Desa Mentor ini mengaku mendengar desas-desus yang menyatakan pemilik koperasi sudah hengkang dari kantor yang sekaligus dijadikan tempat tinggal itu. “Saya ingin meminta penjelasan tentang uang yang saya tabung. Saya selalu didatangi para nasabah yang menanyakan tabungan mereka,” terangnya.

Nasyim sendiri bersedia menjadi koordinator nasabah dan menabung karena ada iming-iming dari pengurus koperasi. Dengan menabung minimal Rp100 ribu dan kelipatannya, nasabah akan mendapat bonus 1 kg gula. Selain itu, koordinator nasabah akan mendapat uang jasa senilai Rp15 ribu setiap kali menyetor tabungan senilai Rp1 juta. “Yang jadi seperti saya ini (koordinator nasabah) sekitar 75 orang,” sebutnya.

Hal senada juga diungkap koordinator nasabah lainnya, Siti Aisyah. Ia mengaku telah menyetorkan dana 217 nasabahnya sebesar Rp130 juta. Kepada Aisyah, pengurus koperasi menjanjikan dana cair pada 10 Juni 2015. “Kami datang ke sini diundang via SMS untuk bermusyawarah,” katanya.

Perempuan berjilbab ini menyebut ada sekitar ribuan nasabah dari 75 koordinator. Jumlah tabungan dari tiap koordinator berbeda total nominalnya. “Ada yang Rp200 juta, Rp300 juta, ada juga yang lebih kecil dari itu,” terangnya.

Sejauh ini, sepengetahuannya, ada 10 koordinator yang sudah menerima dana yang ditabung. “Para koordinator itu sudah dicairkan dananya. Tapi koordinator lain termasuk saya belum ditransfer. Nggak tahu kapan. Makanya saya ke sini diundang untuk bermusyawarah,” tambahnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Damar Bastiar Amarapit mengatakan, pihaknya langsung menggelar perkara tersebut dan berkonsultasi dengan kedua belah pihak. “Sejauh ini belum ada unsur pidananya. Kecuali pada bulan enam tidak dibayar, ada unsur penipuan atau penggelapan. Jadi belum dilaporkan. Soal melurug kantor, itu masih dalam batas wajar karena nasabah khawatir dengan uang milik mereka,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang disampikan pengurus koperasi tersebut kepada Kabar Probolinggo.

Sementara itu, Kasi Penyuluhan dan SDM pada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Josef Teguh Sulakno menerangkan, Koperasi Tanah Merah sudah terdaftar di kantornya. Bahkan sudah mendapat pengesahan dengan terbitnya Badan Hukum (BH) pada 2013. “Tapi saya belum mendengar adanya gejolak di koperasi tersebut,” kata Josef.

Pada saat pengajuan BH, pengurus koperasi diminta menandatangani sebuah surat pernyataan. Isi suratnya, pengurus koperasi tidak boleh mengelola dana yang tidak berasal dari anggota. “Akan kami cek apakah dana yang dipersoalkan itu berasal dari anggota koperasi atau tidak. Sebab jika dananya tidak dari anggota, berarti koperasi tersebut telah melanggar surat pernyataan yang mereka tandatangani,” ungkapnya

Josef menyatakan Dinas Koperasi tidak bisa berbuat banyak jika terjadi penyelewengan dana. Sebab dinasnya tidak bisa disebut bertanggungjawab langsung atas terjadinya sebuah kasus penyelewenangan dana di koperasi yang dibina. (gus/bro/dik)

Related Search