Nilai CSR Migas Minim

1235 views

 

SAMPANG-Keseriusan sejumlah perusahaan pengelola minyak dan gas (migas) yang

beroperasi di Sampang untuk mentaati Peraturan Menteri BUMN nomor 04 tahun 2007, nampaknya patut dipertanyakan.

Karena diduga kuat, realisasi dana Corporate Social Responsibilty (CSR) yang diberikan perusahaan pengelola migas tidak memenuhi ketentuan menteri BUMN yang mewajibkan dana CSR sebesar 2 persen dari pengelolaan migas.

Buktinya, CSR yang dikeluarkan oleh Husky CNOOC Madura Limited (HCML) dan Petronas diketahui hanya sebesar Rp600 juta dalam setiap tahunya.

Minimnya CSR dari keduaperusahaan pengelola migas tersebut juga diakui oleh asisiten II pemkab Sampang Syamsul Hidayat. “Untuk HCML dan Petronas, masing masing Rp600 juta pada tahun 2014 lalu. Sementara untuk Santos Sampang Pty Ltd sebesar Rp1,8 miliar,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Rabu (4/3).

Dikatakan Syamsul, CSR untuk HCML dan Petronas itu memang relatif lebih sedikit dibanding yang dikeluarkan Santos, karena menurutnya kedua perusahaan tersebut hingga saat ini belum melakukan eksploitasi. “HCML dan Petronas kan sudah bagus, belum melakukan eksploitasi tapi sudah melaksanakan CSR,” kilahnya.

Di sisi lain, Syamsul mengaku belum bisa memastikan apakah CSR yang dikeluarkan oleh tiga perusahaan tersebut sudah memenuhi 2 persen dari hasil pengelolaan migas.

Namun ia buru buru menyatakan, kalau ketiga perusahaan tersebut sudah merealisasikan CSR dalam setiap tahunnya berupa rehab puskesmas, masjid dan Madrasah, serta pelatihan teknik mesin untuk kapal nelayan.

“Untuk HCML dan Petronaspertama kali melaksanakan CSR pada tahun 2014 karena masih awal, sedangkan santos sudah sejak tahun 2007,” imbuhnya.

Sebelumnya, Slamet Junaidi yang merupakan Anggota Komisi VI DPR RI, mengungkapkan realisasi CSR dari migas untuk masyarakat Sampang sangat layak dipertanyakan, termasuk juga di wilayah kabupaten lainya.

“Soal CSR itu harus dipertanyakan, dan itu sangat layak untuk kita minta. Karena perusahaan yang bergerak dalam bidang sumber daya alam wajib merealisasikan CSR sebesar 2 persen dari hasil migas,” ungkapnya kepada Kabar Madura.

Bahkan menurut H Idi sapaan Slamet Junaidi, berdasarkan peraturan menteri BUMN nomor 04 tahun 2007, setiap perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan suber daya alam (SDA) wajib memberikan CSR bagi wilayah utama dengan ketentuan minimal 2 persen dari laba keuntunganya.

Bahkan menurutnya, hal tersebut juga dipertegas dengan Undang Undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas Pasal 47 dan juga Undang Undang nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal sebagaimana tertuang dalam Pasal 17, 25 dan 34. (sam/h4d)

Related Search