ILUSTRASI/IST

Oknum Guru Nyambi Jadi Mucikari

304 views

KORANKABAR.COM (SAMPANG)-Dunia pendidikan di Sampang tercoreng bukan alang kepalang, lantaran seorang oknum pendidik salah satu sekolah di kabupaten itu, diduga berpraktik sebagai mucikari atau penyedia jasa pekerja seks komersial (PSK). Oknum guru berinisial SY itu pun harus berurusan dengan aparat kepolisian (29/6).

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, SY merupakan warga Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Kota Sampang. Dia ditangkap anggota Satreskrim Polres Sampang pada pekan lalu di sebuah kamar hotel di Kecamatan Camplong.

Penangkapan SY berlangsung, ketika dia akan bertransaksi dengan lelaki hidung belang di hotel tersebut. Namun polisi yang mengendus kegiatan tersangka langsung melakukan penangkapan sebelum menjajakan korban, ST, yang merupakan warga Kecamatan Kota Sampang.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, transaksi yang digunakan tersangka dengan penggunanya adalah melalui alat komunikasi handphone, dengan hanya menggunakan layanan BlackBerry Messenger (BBM),” ucap Kapolres Sampang, AKBP Yudo Nugroho Sugianto, melalui Kabag Ops, AKP Syaiful Anam.

Syaiful menuturkan, dalam transasi seksual itu, tersangka mematok harga kepada calon konsumennya senilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, sekali ‘main’. Patokan harga tersebut, berdasarkan kesepakatan antara calon konsumen dan penjual (mucikari).

Mantan Kasatnarkoba Polres Sampang itu juga mengungkapkan, dia meyakini antara tersangka dengan korban mempunyai hubungan asmara. Karena dalam proses pemeriksaan sementara, belum ditemukan adanya unsur paksaan terhadap korban ST.

“Soal penggunanya (pelanggan SY, red), dia adalah orang biasa. Dan untuk sementara ini, belum ada temuan, atau bukti, bahwa penggunanya berasal dari kalangan pejabat,” imbuh Syaiful.

Dalam kasus tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa handphone serta uang tunai Rp750 ribu. Sedangkan tersangka, dia dijerat dengan pasal 506 KUHP tentang kejahatan kesusilaan (prostitusi).

Berdasarkan ketentuan dalam pasal 506 KUHP itu, SY terancam hukuman, maksimal setahun penjara. Tapi, menurut informasi yang dihimpun Kabar Madura dari kalangan aparat penegak hukum, pada praktiknya, terpidana mucikari biasa, rata-rata cuma dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. (sam/yoe)

Pasal 506 KUHP

Barangsiapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencarian, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun.

Related Search