OPERASI PASAR TERKENDALA BULOG

980 views

F-HARGA BERAS
KM/TOTOK ISWANTO
SIMALAKAMA: Pelaksanaan operasi pasar di Kabupaten Pamekasan masih terkendala beras dari Bulog Subdivre XI.

Bupati Masih Mau Koordinasi dengan Gubernur

KOTA-Upaya Pemkab Pamekasan untuk menekan melambungnya harga beras di sejumlah pasar, masih disertai berbagai persoalan. Salah satunya untuk melakukan operasi pasar, pemkab masih terkendala beras dari Bulog Subdivre XI.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto, Rabu (4/3) kemarin mengatakan, operasi pasar bertujuan untuk membantu masyarakat yang saat ini tengah dihadapkan dengan kenaikan harga beras.

”Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog Subdivre XI. Tetapi stok beras untuk menggelar operasi pasar itu masih belum ada. Sehingga, perlu mendatangkan dari luar. Insya Allah dalam waktu dekat ini operasi pasar tersebut akan digelar di sejumlah pasar. Perlu diketahui, kami tidak bisa melaksanakan operasi pasar tanpa adanya beras di Bulog ,” ujarnya.

Diungkapkan, gudang Bulog hanya menyediakan stok beras untuk direalisasikan terhadap masyarakat miskin (raskin). Bahkan, kata dia, pihaknya sudah mendapatkan Surat Edaran (SE) Disperindag Provinsi Jatim supaya berkoordinasi dengan Bulog setempat untuk menggelar operasi pasar.

”Jika stok yang ada cuma stok raskin, itu kan tidak boleh untuk digunakan menggelar operasi pasar. Tetapi kalau perintah operasi pasar itu langsung ke Bulog Pamekasan dari Bulog Jatim, Disperindag hanya memfasilitasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Achmad Syafii mengatakan, hingga saat ini masih belum mendapatkan laporan dari satuan perangkat kerja daerah (SKPD) yang membidangi tentang kebutuhan pokok berupa beras. Di samping itu, juga belum mendengar keluhan baik di tingkat masyarakat, mengenai kenaikan harga beras.

”Saya masih belum mendapatkan keluhan berupa laporan itu (kenaikan harga beras, red). Saya kan baru datang dari kunjungan jadi saya belum tahu. Apakah teman-teman sudah mendengar isu kenaikan itu,” katanya ketika diwawancarai mengenai melonjaknya kenaikan harga kebutuhan pokok tesrebut.

Dia menuturkan, jika memang isu kenaikan harga beras benar-benar terjadi di Pamekasan, maka akan berupaya untuk menjaga stok beras di Pamekasan. Selain itu, pihaknya masih akan menanyakan ke SKPD, dalam hal ini bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), serta juga akan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur (Jatim).

”Jadi kalau misalkan sudah mendengar informasi tentang kenaikan itu, maka kami akan bertindak, untuk tetap menyejahterakan masyarakat kecil. Makanya nanti kami akan tanya ke Bagian Kesra kemudian akan koordinasi dengan Gubernur tentang stok beras di Pamekasan ini,” selorohnya.

Untuk diketahui, harga beras di bumi gerbang salam melonjak tajam. Kenaikan itu mencapai Rp12 ribu perkilogram. Pemilik UD Sari Indah, Abd. Faqih Zain Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan menuturkan, awalnya beras dengan berat 25 kg harganya Rp240 ribu. Namun, saat ini sudah naik menjadi Rp 252 ribu.

Akibatnya, kenaikan harga kebutuhan pokok itu, membuat sejumlah masyarakat bingung. Menurutnya, kenaikan harga beras menimbulkan sejumlah pertanyaan di kalangan masyarakat kecil.

”Kenaikan harga beras ini sudah terjadi seminggu yang lalu,” ungkapnya ketika ditemui di tempat kerjanya. (ito/anm)

Related Search