PAHE : Salah satu pengedar yang diamankan polisi yang sudah berani terapkan paket hemat dalam penjualan sabu-sabu.KM/MUCHLIS ALIWAFHA

Pemasaran Narkoba Sasar Kelas Bawah

103 views

KORANKABAR.COM(BANGKALAN)-Peredaran barang haram jenis sabu-sabu di Kabupaten Bangkalan semakin merajalela. Bahkan para pengedar sudah mulai menggunakan pola pemasaraan yang lebih maju. Salah satunya tidak mengambil keuntungan dalam jumlah besar namun dijual dengan sistem paket.Target konsumennya juga sudah merambah kelas bawah.

Menurut Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha, kejadian sistem paket tersebut terbukti ketika satuan Res Narkoba Polres Bangkalan menciduk pengedar Rus (48) warga Pejagan Bangkalan  di kediamannya pada Kamis (10/11) lalu.

Sebelum ditangkap, Rus sedang menunggu calon pembelinya. Dari hasil penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 6,74 gram yang sudah dikemas dalam plastik kecil sebanyak 16 buah.

Satu paket sebanyak 11 kantong plastik kecil dia jual dengan harga Rp.100 ribu, 2 kantong plastik kecil seharga Rp150 ribu dan 3 kantong plastik kecil seharga Rp200 ribu. Paket hemat itu diduga juga diterapkan pada calon pembeli-pembeli sebelumnya, termasuk pengedar lain selain Rus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Rus memperoleh barang haram itu dari Jasuli. Warga Bangkalan yang diketahui dari Desa Rabesan, Kecamatan Socah itu menjual kepda Rus seharga Rp800 ribu. Dengan menggunakan sistem paket hemat tersebut, keuntungan yang didapat oleh pelaku berkisar Rp.650 ribu.

“Dengan demikian, pelaku Rus kami jerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 114 ayat 1 dengan ancaman pidana selama 12 tahun penjara,” tutupnya.

Mengetahui perkembangan pesat dalampenjualan narkoba itu membuat anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdul Rahman Thohir geleng-gelang kepalaa. Karena objek penjualan dari pengedar bukan lagi orang kaya, melainkan para buruh, bahakan kalangan petani.

“Kalau sudah menggunakan sistem yang sedemikian, maka sudah saatnya pemkab segera bertindak tegas. Karena para pelajar pun akan semakin khawatir untuk dirayu membeli paket hemat itu. Kalau sampai dibeli pelajar, mereka bisa patungan,” tandasnya. (mal/waw).

Related Search