OVERLOAD: Kebutuhan transportasi laut bagi masyarakat kepulauan kembali harus tertunda hingga 2017 akibat terbentuk masa jabatan Bupati Sumenep yang berakhir Oktober mendatang. (KM/FATHOR RAHMAN)

Pembuatan Kapal Mundur Hingga 2017

354 views

KORANKABAR.COM (SUMENEP) – Proses penganggaran pembuatan kapal yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur sejak 2013 lalu masih belum teralisasi hingga kini.

Pembuatan kapal yang rencananya akan melayani rute Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Kangean, Sapeken, dan Masalembu pergi pulang tersebut direncanakan akan berlangsung 2017 mendatang.

Penundaan pembuatan kapal tersebut terkait dengan alasan masa jabatan kepala daerah, dalam hal ini Bupati Sumenep,  yang berakhir pada Oktober mendatang.

”Tentunya rencana pengadaan kapal itu merupakan kabar gembira bagi masyarakat kepulauan. Semua pihak harus serius mengenai pembuatan kapal itu,” ucap Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Mohammad Ramzi.

Selain memakan anggaran yang sangat besar, kapal tersebut dinilai akan menjadi solusi dan jawaban terkait masalah transportasi laut yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

”Persoalan pengadaan kapal ini menjadi tanggung kita bersama. Meski sedikit tersendat, tapi kami  optimistis jika semua pihak akan mendukung. Namun dengan catatan harus diseriusi dan benar-benar dilakukan dengan baik,” katanya.

Dana yang dipersiapkan untuk pembuatan kapal itu merupakan dana sharing antara APBD Jawa Timur dan APBD Sumenep masing-masing sebesar Rp18 miliar dan Rp9 miliar.

”Memang proyek ini harus ditunda karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pengajuan anggaran dan pembuatannya dilakukan setelah diketahui siapa kepala daerah Sumenep mendatang,” terang Ramzi.

Sementara Kepala Dinas Pehubungan (Dishub) Sumenep Mohammad Fadillah mengatakam pihaknya akan melakukan pengajuan ulang rencana pembuatan kapal itu pada tahun 2016 mendatang sehingga realisasi pembangunannya baru dilakukan pada tahun 2017.

”Kami akan melakukan pengajuan ulang pada tahun 2016 terkait rencana pengadaan transportasi laut tersebut. Realisasinya diprediksi pada tahun berikutnya, yakni 2017. Proyek pengadaan kapal itu merupakan proyek multiyears,” ujarnya.

Ia menandaskan, karena rencana pengadaan kapal tersebut sudah sejak lama, desain kapal tersebut sudah dibuat jauh hari sehingga acuan untuk pembuatan kapal sudah ada dan tinggal melanjutkan untuk proses pembuatannya.

”Kami juga harus melakukan kajian di sisi anggaran terhadap pembuatan kapal itu. Bisa jadi anggarannya tidak mencukupi lantaran bisa saja harga bahan pokok untuk pembuatan kapal itu sudah naik,” tutupnya. (ong/rr)

Related Search