Pemkab Hasilkan 24 Sekolah Percontohan

1033 views

f-SDN Galis

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

PENUH KEHANGATAN: Bupati Pamekasan Achmad Syafii berdialog dengan Komite dan Guru SDN I Galis  tentang perkembangan sekolah sejak dilakukan pembinaan oleh USAID, Rabu (4/3) kemarin.

KOTA-Bupati Pamekasan Achmad Syafii kembali mengunjungi sekolahnya, kemarin. Sekolah Dasar Negeri (SDN) I Galis, kecamatan Galis merupakan tempatnya menyelesaikan studi tingkat dasar sebelum melanjutkan ke Pesantren Bata-Bata, Kecamatan Palengaan. Syafii di depan guru dan komite SDN Galis kembali membuka kenangan tentang pengalamannya di masa kanak-kanak.

Namun, kunjungannya kali ini bukan sekedar untuk bernostalgia. SDN I Galis merupakan salah satu sekolah percontohan untuk semua SDN di Pamekasan. Selama ini, satu-satunya sekolah dasar di Desa Galis, Kecamatan Galis tersebut dalam pendampingan USAID (United States Agency for International Development), lembaga pendampingan pendidikan dari Amerika Serikat.

Tidak hanya SDN I Galis, terdapat dua lembaga pendidikan yang dikunjungi, yakni SDN Konang II dan SDN I Galis. Kehadiran Bupati Achmad Syafii tersebut dalam rangka mendampingi Tim Evaluasi dari USAID di sejumlah sekolah di Pamekasan. Kedua sekolah tersebut merupakan percontohan untuk semua SDN di Pamekasan.

“Saya datang ke sini, dalam rangka kita mendampingi tim USAID, untuk melihat bagaimana perkembangannya ke beberapa sekolah di Pamekasan,” ujar Syafii kepada Kabar Madura, Rabu (4/3) pagi.

Syafii melanjutkan, terdapat 24 sekolah dari semua tingkatan yang mendapat pendampingan dari USAID, di antaranya 12 sekolah dari tingkat SDN/MI dan 12 sekolah dari tingkat SMPN/MTs di Kecamatan Galis dan Pademawu.

Beberapa hal yang menjadi poin pendampingan dari USAID adalah lebih dikhususkan pada pola belajar dan mengajar. Di antaranya, peningkatan kualitas serta sistem belajar dan mengajar, pola mengajar dari setiap tenaga pendidik. Bahkan dengan sistem yang dikenalkan oleh USAID dalam hal pola mengajar guru, dapat mengurangi beban Pemkab Pamekasan di tengah suasana kekurangan guru.

“Sementara ini secara fisik (guru) tidak merata. Tapi dalam sistem ini tidak harus dengan memindah gurunya, namun cukup memindah perannya,” lanjut Syafii.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Yusuf Suhartono menambahkan, manfaat lebih yang didapat dalam pendampingan dari USAID tersebut karena, setiap sekolah dikenalkan sebagai lembaga yang harus menjadi tanggung jawab bersama. Sehingga dalam pelaksanaan pendidikan, juga melibatkan masyarakat dan komite sekolah.

“Dengan begitu, kualitas belajar mengajar lebih meningkat. Bahkan lebih cepat membuat guru lebih kreatif,” katanya.

Selanjutnya, untuk selain 24 sekolah tersebut, pihaknya sudah membuat perencanaan di setiap kecamatan dan untuk program kegiatan pendampingan tersebut sudah dianggarkan dari APBD Pamekasan tahun 2015. Namun, khusus untuk kegiatan yang dilakukan USAID sendiri, tidak menggunakan dana APBD.

“Yang dianggarkan melalui APBD ini hanya untuk menjembatani kegiatan pendampingan antara Pemkab Pamekasan dan USAID. Setiap kecamatan kami anggarkan Rp270 juta,” pungkasnya. (waw/anm/adv)

Related Search