PAKET PROYEK : Sejumlah paket proyek yang telah dilelang terancam lampaui batas waktu.KM/DOK

Pemkab Kejar Paket Proyek Tepat Waktu

46 views

KORANKABAR.COM(SAMPANG)–Akibat anomali cuaca yang terjadi di Jawa Timur saat ini, sebanyak 1.136 paket proyek untuk tahun 2016 yang telah direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Rinciannya, eproc ada 423 paket dan non eproc 713 paket, dengan total anggaran secara keseluruhan sekitar Rp450 miliar terancam mengalami situasi menegangkan.

Sebab paket proyek yang telah dilelang terancam melampaui batas waktu yang telah ditentukan oleh Pemkab Sampang.

Abd Hannan, Kabag Pembangunan Pemkab Sampang membenarkan bahwa kondisi anomali cuaca saat ini sangat berpengaruh terhadap program yang telah dilakukan oleh Pemkab Sampang.

Pihaknya yakin dengan dukungan semua pihak baik rekanan ataupun dewan, proyek tersebut akan selesai pada waktunya, karena beberapa proyek sudah pihaknya rampungkan, salah satunya yang akan menyusul yaitu pembangunan rumah sakit di daerah Kecamatan Ketapang dengan anggaran Rp15 miliar.

“Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi cuaca saat ini sangat mempengaruhi terhadap realisasi proyek pembangunan yang kami lakukan, termasuk jangka waktu yang telah diberikan pada setiap proyek yang kami berikan,” katanya.

“Namun kondisi ini sudah kami antisipasi dengan cara salah satunya menambah tenaga kerja dan jam kerja yang lebih, artinya walaupun itu sudah tanggung jawab rekanan, kami tetap melakukan pemantauan,” tambahnya.

Lebih lanjut pihaknya tetap optimistis bahwa kegiatan pembangunan yang sudah dilakukan tersebut akan tetap berada pada jadwal yng telah ditetapkan, terkait kemungkinan adanya salah satu proyek yang tidak tepat masa waktu yang telah ditetapkan, pihaknya sudah menyiapkan langkah untuk memutus kontrak terhadap rekanan yang terbukti mengalami keterlambatan.

“Kami rasa proyek yang telah dilakukan akan tetap sesuai waktunya, kalaupun ada yang melampaui kami siap untuk memutus kontrak dengan pihak rekanan yang melampaui batas itu,” tegasnya.

Sementara itu anggota Komisi III DPRD Sampang, Anwar Sanusi mengatakan bahwa secara teknis, idealnya dalam pembangunan proyek tersebut ada yang 90 hari dan 120 hari, bahkan untuk bangunan gedung bisa lebih panjang jangka waktu pelaksanaanya, dengan kondisi saat ini seharusnya Pemkab Sampang paham dengan kondisi yang ada.

“Ditakutkan nantinya akan dilakukan secara asal-asalan, yang penting selesai tepat waktu, alhasil kondisi proyek yang dikerjakan tidak maksimal lagi,” katanya.

Pihaknya akan terus menagih komitmen akhir dari sebuah pembahasan yang telah sepakati antara DPRD dengan Pemkab Sampang yang akan melaksanakan pengerjaan paket proyek tersebut.

“Kami akan tetap mengontrol, karena ini sebagai mitra untuk membangun Sampang lebih baik lagi, kita lihat saja nanti seperti apa perkembangannya,” imbuhnya.(awe/h4d)

Related Search