DISKUSI: Wabup Sumenep Achmad Fauzi memimpin langsung pembahasan pengembangan wisata yang dihadiri kelompok kerja dan stakeholder, Senin (3/4).

Penajaman Arah Pengembangan Wisata

228 views

KORANKABAR.COM (SUMENEP)-Kelompok Kerja (Pokja) visit Sumenep years 2018 mulai membahas arah kebijakan pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Sumenep pada pra Forum Group Discussion (FGD), Senin (3/4) di ruang rapat Aryawiraraja Pemkab melangsungkan rapat.
Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi bersama pelaksana harian (Plh) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep R Idris memimpin langsung pra FGD. Dalam pembahasan itu dihadiri semua Pokja visit Sumenep 2018 diantaranya instansi terkait dan pihak eksternal meliputi perwakilan budayawan, awak media, pelaku wisata dan unsur lainnya. Hal itu memastikan persiapan yang sudah dilakukan berjalan dengan baik.

“Yang dibahas diantaranya tentang wisata unggulan. Seperti Gili Labak dan Gili Iyang,” ungkap Wabup. “Sementara untuk destinasi wisata lainnya menjadi penopang dari wisata unggulan tersebut,” imbuhnya.
Untuk mensukseskan program visit Sumenep, Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) diminta bersinergi. Masing-masing instansi diminta untuk menulis perencanaannya di dalam form yang disediakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep.

Dikatakan politisi PDI Perjuangan itu, tahun 2018 bukanlah akhir atau puncak dari program kunjungan wisata ke Sumenep, melainkan awal pengembangan wisata Sumenep yang ditarget selama tiga tahun.
Persiapan di semua SOPD nantinya menjadi satu kesatuan, ada yang membangun akses jalan menuju lokasi wisata, membangun tambat labuh, menyediakan fasilitas di lokasi wisata dan lain sebagainya.

Terpisah Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Sufiyanto menjelaskan, semua objek wisata sudah dilakukan penambahan fasilitas, sehingga sarana dan prasarananya menjadi lebih bagus. Bahkan untuk lokasi wisata yang mempunyai ciri khas tersendiri, akan semakin ditampakkan dengan berbagai fasilitas.
“Seperti Lombang memiliki potensi pohon cemara, Pantai Slopeng dengan ciri khasnya gunung pasir, siwalan dan pohon kelapa. Intinya, potensi di masing-masing objek wisata akan dibangun dan dikembangkan,” terangnya.
Pengembangan wisata diyakini akan berjalan dengan maksimal, sebab sudah dibahas tanggung jawab masing-masing Pokja dalam mempersiapkan tahun kunjungan.

Poin penting yang dibahas pada pertemuan kemarin adalah arah kebijakan pengembangan destinasi wisata Sumenep.
Sementara untuk FGD nya, dijadwalkan pada tanggal 7 April 2017. Bahkan pada FGD itu, rencananya akan dihadiri oleh Kementerian Pariwisata. (ong/rei)

Related Search