Pencegahan Narkoba Sebatas Pembinaan

1740 views

KOTA-Dugaan para akademisi mengenai belum maksimalnya gerakan pemberantasan narkoba di Pamekasan, rupanya cukup menguat. Sebab, Pemkab Pamekasan sebatas melakukan pembinaan untuk memberantas narkoba.
Hal itu diakui Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari, Selasa (10/3) kemarin. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pamekasan itu mengatakan, selama ini pihaknya hanya melakukan upaya sekilas sosialisasi dan pembinaan untuk memerangi peredaran narkoba di bumi gerbang salam. Bahkan, dia juga mengaku pembinaan yang dilakukannya tersebut tidak merata.
Sosialisasi berupa tes urine pun juga bersifat secara khusus. Yakni, hanya diperuntukkan bagi para pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan. Menurutnya, sangat sulit menerapkan tes urine terhadap masyarakat secara umum. Sebab, peredaran barang haram itu secara terselubung dan sulit ditemukan di muka umum.
”Kami di sini hanya melakukan sosialisasi dan pembinaan ke para siswa di masing-masing sekolah. Itu pun tidak secara menyeluruh; hanya beberapa sekolah yang mendapatkan pembinaan tersebut. Begitu pun dengan tes urine. Sangat sulit bagi kami jika gerakan ini diterapkan terhadap masyarakat umum, karena anggarannya tidak begitu besar,” kilahnya.
Sebelumnya, Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan, M. Tosan mengatakan, seharusnya anggaran dana dengan jumlah ratusan juta itu digunakan semaksimal mungkin. Semisal dilakukan sebuah tes urine utamanya di kalangan para pelajar. Sebab, untuk peredaran narkoba harus diperketat pada tingkat pelajar. Demi menjaga masa depan bangsa.
Hal senada diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Apik. Dia mengatakan, BNK masih belum mempunyai inisiatif kuat untuk melakukan gerakan anti narkoba secara umum. Utamanya terhadap dunia pendidikan tingkat SMP, SMA sederajat dan para mahasiswa.
Politikus dari Partai Nasdem itu mengungkapkan, upaya melakukan tes urine terhadap kalangan pelajar bermaksud untuk meminimalisasi peredaran narkoba di bumi gerbang salam. Bahkan, jika memang anggaran dana yang disediakan BNK belum bisa merambahi seluruh pelajar, setidaknya tes urine harus dilakukan terhadap dua instansi yang menaungi pendidikan di wilayah Kabupaten Pamekasan. (ito/anm)

Related Search