Saat Ungkap Banyak Kasus Korupsi.KM/MUCHLIS ALIWAFHA

Pendekar Anti Korupsi Berujung Dimutasi

77 views

 

KORANKABAR.COM(BANKALAN)-Setelah banyak mengungkap kasus korupsi, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan Nurul Hisyam harus menelan pil pahit dalam perjalanan karirnya. Pria kelahiran Bangkalan itu dimutasi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Kejari Nganjuk dengan grade jabatan yang lebih rendah dari sebelumnya.

Berdasarkan sumber terpercaya di Kejari Bangkalan yang enggan di korankan namanya, jabatan baru Nurul Hisyam adalah kepala seksi perdata dan tata usaha negara (Kasi Datun).

Semenjak menggantikan kasi pidsus sebelumnya, Agus H, pada tahun 2015, pria yang akrab disapa Hisyam itu terhitung sudah banyak mengungkap kasus korupsi.

“SK Pak Hisyam sudah keluar, tapi turun jabatannya,” ucap salah seorang pegawai di Kejari Bangkalan.

Terbaru, Kejari Bangkalan berhasil mengungkap beberapa kasus. Seperti penyalahgunaan dana bantuan politik (banpol) Partai Demokrat, kasus pengadaan barang dan jasa dengan tersangka BH dan E, pejabat di bagian umum Pemkab Bangkalan.

Saat ini juga banyak membidik proyek-poryek besar yang diduga terindikasi korupsi, seperti pengerjaan Taman Paseban dan proyek jalan kembar.

Mendengar kabar tersebut, Direktur Jaka Jatim Mathur Khusairi berharap agar Hisyam tidak pindah hingga kasus yang ditanganinya rampung.

“Kami kemarin sudah kirim surat Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur serta Kejaksaan Agung (Kejagung), bahwa kami atas nama masyarakat Bangkalan berharap agar tidak dimutasi terlebih dahulu hingga kasus yang ditanganinya tuntas,” papar Mathur.

Surat itu sebagai dukungan moral kepada putra daerah Bangkalan yang dianggap berkomitmen tinggi dalam membenahi kabupaten Bangkalan. Kinerja Hisyam dianggap sudah on the track dan sangat profesional, bahkan dampak dari aksi koboinya itu kini sangat dirasakan masyarakat.

Mantan korban penembakan misterius tersebut menilai, pemindahan Hisyam karena gencarnya pengusutan kasus korupsi di Bangkalan. Sehingga terdapat upaya beberapa orang yang merasa terusik, lalu melobi Kejati Jatim dan Kejagung. Dia khawatir, pindahnya Hisyam membuat Bangkalan kembali suram dengan maraknya praktik korupsi.

“Bisa jadi dari SKPD yang saat ini sedang diusutnya. Kalau caranya seperti ini terus, kapan mau berbenah diri. Sudahlah, kasus bagian umum dijadikan sampel, dan bagi yang lainnya sudah saatnya bekerja profesional,” pungkas Mathur.

Sementara Nurul Hisyam enggan menanggapi isu tersebut, sebab dirinya hanya sebagai bawahan yang harus siap menerima tugas dari atasannya.

“Kalau hal itu saya tidak bisa menjawab, yang jelas saya tetap ada kejaksaan. Walaupun perasaan batin saya sekarang sedang gresges (bahasa Madura: sakit)” jawabnya dengan tersenyum. (mal/waw)

Related Search