BUKAN KESENGAJAAN: Jajaran Polres Pamekasan bersama Kodim 0826/Pamekasan memusnahkan barang bukti yang bikin heboh se-Indonesia. Tapi sepakat tidak melanjutkan proses hukum kasus tersebut. (KM/IST)

Perintah Sekkab, Kasus Ditutup

250 views

KORANKABAR.COM (PAMEKASAN) – Catatan kelam Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atas keberadaan Partai Komunis Indonesia (G 30 S/PKI) di Indonesia, cukup membekas bagi masyarakat Pamekasan. Kendati minim catatan sejarah soal eksistensi PKI di Pamekasan, namun munculnya simbol dan tokoh PKI pada Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-70 itu, mampu menyentak publik Indonesia.

Sejak pembubaran PKI, masyarakat Indonesia patut alergi dengan apapun yang berkaitan dengan partai berlambang palu arit itu. Karena, PKI terlah dicap sebagai organisasi terlarang dan mengancam ideologi Pancasila. Terang saja, munculnya simbol PKI pada pada karnaval itu, membuat gaduh  Pamekasan bahkan seluruh Nusantara.

Tapi, lantaran tidak ada faktor kesengajaan, aparat kepolisian Pamekasan menghentikan pengusutan. Masalah itu lalu dianggap selesai, semua atribut bergambar simbol PKI dibakar.

Penyelidik dari jajaran Polres Pamekasan menyimpulkan, tidak ada indikasi ke arah pelanggaran hukum maupun kesengajaan dalam upaya membangkitkan ideologi PKI ataupun politis, provokasi, ataupun makar.

Awalnya, pengusutan dimulai dengan memeriksa panitia, guru dan, siswa yang jadi peserta karnaval. Diketahui, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan, Alwi Beiq, adalah ketua panitia karnaval.

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan kepada Alwi Beiq. Hasilnya, terungkap bahwa perintah pemasangan atribut PKI dan pemampangan foto-foto para tokohnya tersebut, bersumber dari ketua panitia karnaval.

Perintah itu,  tertulis dalam surat panitia Nomor: 09/PAN.HUT RI/2015 tertanggal 9 Juli 2015. Perihalnya, Peserta Karnaval, Drumband, dan PBB (pasukan baris berbaris).  Konsepnya, peserta karnaval diharuskan memperagakan secara detail gambaran peristiwa, tokoh dan segala atributnya.

“Kegiatan karnaval itu harus kita lihat dalam satu kesatuan dan jangan dilihat sepotong-sepotong agar tidak bias penafsirannya. Setiap peserta, harus menampilkan yang ada kaitannnya dengan perjalanan perjuangan bangsa Indonesia termasuk didalamnya tema Pemberontakan G30 S/PKI,” bela Bupati Pamekasan, Achmad Syafii.

Tema yang ditampilkan itu, sebagai upaya penyampaian pesan moral dan pesan edukasi guna menumbuhkan sikap patriotisme yang dikemas dalam bentuk aksi peran serta gerakan teaterikal. Dan diperlihatkan di beberapa titik lokasi utamanya, di panggung kehormatan garis start.

Di bagian lain Kapolres Pamekasan, AKBP Sugeng Muntaha menyatakan, “berdasarkan hasil penyelidikan, disimpulkan bahwa belum adanya indikasi ke arah pelanggaran hukum maupun indikasi kesengajaan ataupun politis yang terkait dengan upaya membangkitkan atau upaya provokasi atau makar.”

Dinyatakan pula, bahwa hal itu hanyalah teaterikal untuk menggagambarkan peristiwa G30 S/PKI. Tidak ada unsur dari masyarakat umum yang mungkin menyisipkan ideologi PKI. Sebagai tindak lanjut penanganan kepolisian, segala atribut yang menggambarkan simbol dan tokoh PKI, dimusnahkan guna menghindari penyalahgunaan pihak lain.

Dandim 0826 Pamekasan Letkol Arm Mawardi juga menyatakan, “dalam penyelidikan (oleh TNI) tidak ditemukan unsur kepentingan politis dan membangkitkan kembali ideologi PKI,” (waw/ito/yoe)

 

Related Search