LEPAS PANTAI: Pengeboran minyak Blok West Madura Offshore (WMO) yang dikelola Pertamina. Tahun 2016, produksinya akan dimaksimalkan. (KM/IST)

Pertamina Pacu Produksi di Blok WMO

507 views

KORANKABAR.COM (BANGKALAN) – Pertamina berencana menggenjot pengeboran sumur eksplorasi dan eksploitasi untuk menambah cadangan dan produksi minyak nasional, termasuk di Blok West Madura Offshore (WMO) yang dikelola Pertamina Hulu Energi, meski harga minyak dunia belum membaik.

“Tahun 2016, Pertamina akan melakukan 20 pengeboran sumur eksplorasi. Naik dari rencana semula yang hanya 9 sumur eksplorasi, salah satunya di wilayah PHE WMO, tujuannya untuk menambah cadangan minyak nasional agar produksi nasional di masa akan datang bisa meningkat,” ucap Direktur Utama Pertamina, Dwi Sutjipto saat mengunjungi FSO Aberkah di Wilayah Kerja (WK) Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore dan  Poleng Processing Platform (PPP) di 50 mil laut lepas Bangkalan, Minggu (6/9).

Ia mengatakan, Pertamina menargetkan bisa berkontribusi hingga 40 persen dari produksi minyak nasional pada tahun 2019, dan saat ini baru berkontribusi sekitar 23 persen dari total produksi minyak nasional sebesar 830.000 barel per hari.

“Jadi pengeboran sumur eksplorasi dan eksploitasi harus digenjot, sebab saya lihat biaya produksi PHE WMO dan Pertamina EP di Poleng masih jauh di bawah USD42 per barel. Karena itu, tidak ada alasan menunda pengeboran sumur produksi atau kegiatan eksplorasi,” ucap Dwi, dalam keterangan persnya, Senin (7/9).

Ia mengatakan, harga minyak dunia hingga tahun depan masih ada pada kisaran USD50 hingga USD55 per barel, dan situasi ini bisa berlanjut hingga 4 tahun ke depan.

Namun, dalam situasi seperti ini, kegiatan eksplorasi dan eksploitasi harus bisa lebih efisien, dan efisiensi tidak dimaksudkan untuk menghentikan kegiatan pengeboran karena hanya akan menambah kebutuhan impor minyak dan menggerus cadangan minyak.

 

“Kalau biaya produksi di PHE WMO masih di bawah 25 Dollar per barel, artinya masih ekonomis. Sementara dengan menggenjot pengeboran keuntungannya bisa mengurangi kebutuhan impor minyak. Jadi kita harus bisa menjelaskan mengapa harus tetap ada pengeboran,” tegasnya.

Dwi menjelaskan dukungan melakukan pengeboran sumur baru di Blok WMO mempunyai dasar karena seluruh produksi minyak PHE WMO dipergunakan untuk memasok kilang di dalam negeri, baik itu yang ada di Cilacap ataupun Balongan. “Jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukan pengeboran sumur baru di PHE WMO,” tegasnya. (ant/h4d)

Related Search