BUKTI PUNGLI: Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo menunjukkan barang bukti berupa uang dan berkas IMB di halaman depan markas Polres Bangkalan, Selasa(11/4).

Petik Pungli Pengurusan IMB

53 views

KORANKABAR.COM (BANGKALAN)-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berkaitan dengan perkara suap atau pungutan liar (pungli) merebak di Bangkalan. Kali ini, aksi OTT yang dijalankan jajaran Polres Bangkalan dikabarkan menjerat dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan dinas perizinan.
Kedua oknum PNS tersebut terjaring OTT oleh Tipikor Satreskrim Polres Bangkalan pada Selasa (11/4). Menurut informasi kedua PNS tersebut adalah pegawai Dinas Perizinan Terpadu Bangkalan.
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Anton Widodo, membenarkan adanya OTT yang dilakukan oleh pihaknya terhadap dua PNS Bangkalan. “Iya mas benar tadi sekitar pukul 12.30 WIB yang di OTT mas,” katanya, Selasa(11/4).
Dalam keterangan lebih lanjut, AKP Anton Widodo menjelaskan dua oknum PNS tersebut sama-sama bekerja di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan 1 Pintu (PMPP 1 Pintu) Bangkalan.

Mereka adalah AF, yang menjabat Kepala Bidang Pelayanan Izin IMB dan AH selaku staf Pelayanan Izin IMB. Keduanya di OTT oleh Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pungli di Kantor Dinas PMPP 1 Pintu.
Kronologi kejadian diketahui, pada Senin (10/4), Anwar Sadat Pegawai PT Golden Marin yang bergerak di bidang pengembangan perumahan datang ke kantor Dinas PMPP 1 Pintu untuk menemui tersangka AF dengan maksud meminta legalisir IMB yang akan digunakan para pembeli rumah sebagai persyaratan untuk pengajuan KPR di bank.
“Saat bertemu tersangka AF dan AH meminta imbalan sebesar Rp 40 ribu untuk setiap lembar legalisir IMB,” ungkap Anton Widodo.
Menurut Anton, pada saat itu juga diserahkanlah berkas pengajuan legalisir sebanyak 126 berkas IMB yang akan dilegalisir.

“Kemarin, (Selasa) Anwar mengambil dokumen yang sudah di legalisir dari tersangka AH,” ucapnya.
Namun, lanjut dia, dalam mengambil berkas yang sudah dilegalisir tersebut tidak gratis. Sebab, ada mahar dalam legalisir tersebut. “Anwar Sadat menyerahkan uang sebesar Rp5.050.000 kepada tersangka AH sesuai dengan yang diminta,” paparnya.

Setelah itu, imbuhnya, dilakukanlah penangkapan dan penggeledahan badan terhadap tersangka AF dan AH oleh tim saber pungli. Dari tindakan ini ditemukan uang tunai sebesar Rp5.050.000.
Dirinya memaparkan bahwa saat ini pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi yakni, Anwar Sadat, O’Ok Ardiansyah, seorang PNS di Dinas PMPP 1 pintu dan M. Hendra Wijaya yang juga merupakan PNS di Dinas PMPP 1 pintu Bangkalan.
“Kami juga telah mengamankan kedua tersangka beserta barang buktinya berupa uang sebesar Rp5.050.000, dan 126 berkas pengajuan legalisir IMB dan buku register legalisir,” imbuh Anton.

Perwira pertama tersebut juga menyampaikan bahwa kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 12 huruf e UURI No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UURI No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
“Karena yang melakukan ini lebih dari satu orang kami juncto-kan ke Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.(km31/h4d)

Related Search