DITUTUP: Akses jalan menuju Balai Desa Glugur Kecamatan Batuan diduduki dan ditutup oleh warga setempat, Kamis (3/11) kemarin. KM/Fathor Rahman

Pilkades Serentak Mulai Bergejolak

145 views

 

KORANKABAR.COM(BATUAN)  Ratusan warga Desa Glugur Kecamatan Batuan menutup dan menyegel akses jalan menuju Balai Desa setempat, Kamis (3/11) kemarin. Bahkan, akses jalan tersebut diduduki oleh puluhan warga.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura di lokasi, itu dilakukan warga untuk menolak Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) dari luar Desa mereka mendaftar di pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan digelar serentak di Kabupaten Sumenep pada tanggal 20 Bulan November ini.

Selain menutup akses jalan dan menduduki jalan menuju balai Desa di perempatan jalan, warga juga ada yang berkumpul di balai Desa mereka untuk memastikan calon dari luar mendaftar kepada panitia Pilkades yang ada di Balai tersebut.

Demi benar-benar menjaga lokasi yang yang ditutup dan yang diduduki, warga meminta kepada warga luar Desa yang datang supaya tidak mendekat. Bahkan sejumlah awak media yang ingin meliput insiden dan hendak mengambil gambar tidak diperkenankan.

Nampaknya, warga sudah berniat untuk benar-benar menutup akses jalan tersebut. Terbukti, di lokasi yang ditutup yang kebetulan berada perempat jalan, warga mendirikan penutup dari terpal supaya ketika hujan dan panas tetap aman.

Sementara itu Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Sekretariat Pemkab Sumenep Alidafir mengatakan, jika sikap warga jika benar ingin mencegah Bacakades yang ingin mendaftar tidak bisa dibenarkan. “Tidak bisa cegah orang luar Desa yang ingin mendaftar,” ujarnya kepada Kabar Madura kemarin.

Diterangkan mantan Camat Batuan itu, jika warga menghalangi warga luar dari Desa tersebut untuk mencalonkan diri, berarti melanggar putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan MK itu sendiri mengabulkan sebagian pengujian Pasal 33 huruf G dan pasal 50 ayat 1 huruf C UU nomor 6 tahun 2014 tentang UU Desa terkait domisili bagi calon Kepala Desa. Putusan MK itu sendiri dengan nomor 128/PUU-XIII/2015.

“Terhadap putusan MK itu, bahwa Calon Kepala Desa tidak dibatasai domisili atau dengan kata lain warga A bisa mencalonkan di Desa B. Bakan Pemkab sudah membuat Surat Edaran dan sudah diedarkan kepada masing-masing Camat di Kabupaten Sumenep. Makanya kami minta kepada Camat supaya mensosialisasikan kepada masing-masing Desa,” ungkapnya.

Ditambahkan, penjaringan Cakades Pilkades serentak memang dilakukan perpanjangan. Namun pada Kamis kemarin merupakan pendaftaran terakhir dan untuk pelaksanaan Pilkades serentak akan dilaksanakan pada tanggal 20 November mendatang. (ong/h4d)

Related Search