KANTOR PMI: Lemahnya kesadaran pendonor di Kabupaten Pamekasan membuat stok darah cepat habis.KM/NURUS SOLEHEN.F-UTD PMI

PMI Kekurangan 500 Stok Darah

144 views

KORANKABAR.COM(PAMEKASAN)-Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pamekasan, kini melimpungan. Sebab, mulai kehabisan stok darah. Bahkan, stok darah yang ada adalah milik pasien yang didonor dari keluarganya.

Pegiat UTD PMI Pamekasan Achmad Miftahuddin mengatakan, kondisi tersebut karena banyaknya pasien yang membutuhkan darah. Kebutuhan tersebut berbanding terbalik dengan sedikitnya pendonor yang mau menghibahkan darahnya.

“Pasien yang membutuhkan darah di Kabupaten Pamekasan saat ini sangat banyak, sedangkan stoknya habis,” ungkapnya saat ditemui ke ruang kerjanya, Kamis (22/9).

Menurut Miftah—sapaan akrab Achmad Miftahuddin, berbagai cara telah dilakukan pihak PMI Pamekasan untuk memenuhi kebutuhan darah di wilayah itu. Salah satunya, dengan langkah meminta kiriman dari daerah lain, seperti Surabaya dan Sidoarjo. Lebih dari itu, getol mencari pendonor.

”Biasanya stok kami dalam setiap bulan normalnya sampai 500 kantong darah. Tapi sekarang, stok kami tidak ada sama sekali. Belakangan ini, kami kelimpungan dengan banyaknya permintaan, sementara pendonor di Pamekasan terbatas dan sangat minim,” jelasnya.

Dijelaskan, warga yang biasa mendonorkan darahnya setiap tiga bulan sekali saat ini masih belum waktunya. Pendonor darah suka rela, banyak yang tidak datang, sehingga pihak PMI menghubungi dan mengonfirmasi agar kembali melakukan donor darah.

“Untuk menjadi relawan pendonor darah, yang datang cuma satu, terkadang dua. Sedangkan pendonor yang tiga bulanan kan sekarang belum tiba,” imbuhnya.

Saat ini stok darah yang habis itu tidak hanya golongan darah tertentu. Tetapi, seluruh jenis golongan darah. Jika pun ada darah, itu sudah milik pasien.

Sementara itu, Faisal salah satu masyarakat asal Pakong yang rutin mendonorkan darahnya 3 bulan sekali, berharap masyarakat Pamekasan juga sudi mendonorkan darahnya kepada orang lain yang membutuhkan.

“Jadi relewan sebagai pendonor darah, insya Allah bermanfaat untuk orang lain. Selain kita menjaga kesehatan, kita juga merelakan sebagai pendonor bagi masyarakat yang membutuhkan,” imbuh Faisol. (km29/nam)

Related Search