BUTUH INOVASI: Harus diakui, pengelolan seni Topeng Dalang ini masih tradisional. Dibutuhkan polesan tangan-tangan kreatif seniman supaya dapat meningkatkan ‘daya jual’-nya kepada wisatawan, terutama wisatawan manca negara. (KM/IST)

Poles Musik Tong Tong, ‘Invasi’ Australia

829 views
GO INTERNASIONAL: Seni musik tradisional, Musik  Tong Tong ini sudah biasa difestivalkan di Sumenep. Kini bahkan sudah merambah dunia internasional, dengan manggung di Australia, September mendatang. (KM/IST)

GO INTERNASIONAL: Seni musik tradisional, Musik Tong Tong ini sudah biasa difestivalkan di Sumenep. Kini bahkan sudah merambah dunia internasional, dengan manggung di Australia, September mendatang. (KM/IST)

KORANKABAR (SUMENEP) – MENJAWAB ajakan sekaligus tantangan dari Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, Pemkab Sumenep menyatakan siap. Kepala Bidang Budaya dan Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, Sukaryo mengaku, sudah memiliki konsep konkret tentang wisata seni-budaya.

Bahkan, imbuhnya, implementasi dari konsep tersebut telah pula dipersiapkan. Antara lain dengan memberdayakan para seniman dalam melestarikan seni-budaya Madura di Bumi Sumekar. Kemudian melakukan pembinaan dan pembekalan kepada seniman, supaya giat mengembangkan seni-budaya Madura itu, sehingga dapat memikat wisatawan datang berkunjung.

Sejauh ini, aku Sukaryo, seni-budaya Madura di Sumenep, memang masih dikelola secara tradisional, sehingga kurang memiliki daya tarik bagi wisatawan dari luar Madura.

“Makanya, para seniman itu diberikan pembinaan dan pembekalan bimbingan teknis, sehingga nantinya seni-budaya itu mengarah atau mengarah dan menjadi bagian dari industri pariwisata. Sehingga para seniman betul-betul bisa membuat seni-budaya mmiliki daya tarik tersendiri,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Senada dengan Bupati Syafii, Sukaryo juga berpendapat, perlu memadukan potensi-potensi wisata di Sumenep dan mengemasnya jadi satu paket kunjungan wisata yang memikat. Katanya, keindahan alam Sumenep memiliki potensi lebih dibandingkan yang dimiliki kabupaten lain di Madura.

Sehingga perlu adanya pemaduan antara seni-budaya dan potensi wisata. Kemudian, supaya dapat menjadi daya tarik wisata, diperlukan kemasan dan inovasi baru. “Untuk bisa memberikan kemasan dan inovasi baru, makanya para seniman perlu diberik pembekalan agar dapat berinovasi,” tuturnya.

Di Sumenep, seni-budaya yang diunggulkan dan sudah sering ditampilkan ke depan publik selain warga Madura. Antara lain, Ludruk, Ojhung, Musik Tong Tong, dan Topeng Dalang. Di antara seni-budaya itu sebagian sudah mendapatkan sentuhan baru dengan tujuan lebih bagus lagi dan lebih menarik.

“Bahkan, untuk Musik TongTong akan tampil di Australia pada bulan 9 mendatang. Sehingga seni-budaya yang ada itu sudah bisa dikenal masyarakat luar dan bahkan luar negeri. Jika terus dilakukan inovasi dan pengembangan, seni-budaya bisa mendunia,” ucapnya bangga.

Seni budaya yang ada itu, dipaparkan Sukaryo semuanya sudah layak jual. Hanya saja memerlukan polesan baru dari buah inovasi agar bisa lebih bagus lagi. “Jika kepada para wisatawan, sebenanrya seni-budaya yang ada walaupun dibiarkan secara tradisional tanpa polesan, sudah sangat menarik wisatawan,” lanjutnya.

“Jadi, melihat penampilan Ludruk, Topeng Dalang dan lain sebagainya sudah bisa disaksikan. Tapi jika Topeng Dalang dan Ludruk ditampilkan dengan sentuhan inovasi baru untuk lebih lagi memberikan daya tarik kepada wisatawan, itu akan lebih baik lagi. Makanya inovasi itu dibutuhkan, namun tapi bisa dilakukan sendiri, tapi memerlukan bekal dan melihat daerah lain cara menampilkan seni-budayanya yang ada inovasinya,” paparnya. (ong/yoe)

Related Search