TUNGGU GILIRAN: Sejumlah warga Desa Tamberu Daya menunggu giliran pemeriksaan dari penyelidik polres Sampang, kemarin (9/3) (KM/SYAMSUL ARIFIN)

Polisi Tancap Gas Selidiki Penyimpangan PSKS

1207 views

BERBEDA dengan sikap Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang yang terkesan lelet menangani kasus pesangon dewan jilid II, aparat penegak hukum jajaran Polres Sampang tampak begitu gegas menindaklanjuti laporan warga Desa Tamberu Daya, Keamatan Sokobanah, tentang dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS).

Laporan warga Desa Tamberu itu, masuk ke meja Polres Sampang, pada 7 Januari lalu, dan kemarin (9/3), aparat penyelidik dari korps Bhayangkara Sampang, pimpinan AKBP Yudho Nugroho Sugianto itu, memanggil warga Desa Tamberu Daya, guna dimintai keterangan (diperiksa, red) sebagai saksi.

Pemeriksaan para warga Desa Tamberu itu, berlangsung secara marathon. Para saksi dimintai keterangan sekelompok demi sekelompok

Salah satu warga yang dimintai keterangan oleh aparat penyelidik dari jajaran Polres Sampang itu, adalah Sarkawi. Menurut Sarkawi, dirinya dimintai keterangan oleh aparat penyelidik, seputar adanya ‘pemangkasan’ bantuan PSKS di desa mereka.

Dia juga mengungkapkan, bedasarkan informasi yang diterimanya dari penyelidik, pemeriksaan itu dilakukan guna menindaklanjuti laporan warga Desa Tamberu Daya, pada 7 Januari lalu. “Memang tadi saya diperiksa oleh penyelidik terkait laporan PSKS yang kami (warga Desa Tamberu Daya, red) laporkan beberapa waktu lalu,” ungkap Sarkawi.

Diungkapkannya lebih lanjut, salah satu item pertanyaan yang disodorkan oleh penyelidik Polres Sampang adalah berkaitan dengan jumlah nominal bantuan PSKS yang diterimanya, termasuk soal kepemilikan kartu perlindungan sosial (KPS) yang dimiliknya.

“Saya juga ditanya terkait kepemilikan KPS, dan apakah menerima bantaun PSKS atau tidak,” bebernya.

Dia lalu membebrkan, pada saat pencairan bantuan PSKS dirinya tidak menerima uang apapun dari pihak desa, padahal dirinya telah memiliki kartu KPS yang semestinya bisa dijadikan bukti sebagai penerima bantuan PSKS.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Hari Siwo Suwarno membenarkan bahwa kemarin, pihaknya memintai keterangan sembilan warga Desa Tamberu Daya. Kendati demikian, dia mengaku, belum bisa mengekspos hasil penyelidikan tersebut.

“Memang, laporan warga Desa Tamberu Daya itu sedang kami proses, dan penyelidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang warga desa setempat. Tapi untuk hasilnya penyelidikanya belum bisa kita ekspos, tapi yang jelas prosesnya akan tetap jalan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Desa (Kades) Tamberu Daya, Slamet Hariyanto belum bisa dikonfirmasi terkait adanya laporan warganya tersebut. Sebab saat dihubungi melalui sambungan telepo selulernya, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban apapun. (sam/yoe)

 

 

Related Search