MELUBER: Keberdaan pos terpadu di perempatan Gadin tidak begitu bermanfaat dalam mengontrol dan mengawasi kesemrautan para PKL dan masyarakat wilayah kota.KM/TOTOK ISWANTO

Pos Terpadu Tak Berfungsi, Lalu Lintas Kacau

153 views

KORANKABAR.COM (PAMEKASAN)-Upaya eksekutif dan legislatif dalam menekan kesemrautan di perempatan Gadin tampaknya belum maksimal. Pos terpadu yang mereka dirikan ternyata tidak bisa berfungsi dengan baik. Buktinya, kondisi perempatan Gadin hingga kini belum bisa terlepas dari kemacetan. Lalu lintas pun menjadi kacau.

Adanya memarkir kendaraan sembarangan di area tersebut juga bisa terlihat jelas. Padahal para petugas gabungan, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), aparat kepolisian, dan para anggota Dishubkominfo sudah bertugas menjaga lokasi itu. Namun, tidak mampu membendung para PKL serta masyarakat yang hendak berbelanja di lokasi perempatan Gadin.

Kesemrautan dan kemacetan itu terjadi bergantung pada waktu; terjadi pada sore hari menjelang buka puasa. Maklum, tempat tersebut merupakan pusat berbelanja masyarakat kota. Utamanya masyarakat yang berada di daerah Kelurahan Bugih, Bagandan, Galadak Anyar dan Juncangcang.

Rencana pemerintah dan para wakil rakyat yang akan mensterilkan lokasi itu tampaknya cukup sulit. Sebab beberapa masyarakat menyatakan, pasar di perempatan Gadin merupakan salah satu lokasi strategis untuk penduduk di wilayah kota. Dengan keberadaannya, masyarakat kota bisa berbelanja kebutuhan hidup, baik sayuran, maupun beras dan ikan dengan mudah.

“Jujur saja kami masih belum setuju jika para PKL ini akan direlokasi ke daerah lain. Karena bagaimana pun, keberadaan mereka cukup mempermudah masyarakat wilayah kota mendapatkan kebutuhan berbelanja dalam setiap harinya,” ujar Fatmawati, warga Kelurahan Gladak Anyar.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Pamekasan Moh. Zakir menjelaskan, keberadaan pos terpadu hanya berfungsi sebagai pos pemantau. Sehingga, segala kegiatan para PKL dan masyarakat dalam jual beli bisa diawasi dengan baik. Di samping itu, adanya para petugas gabungan juga mampu membantu jalan alur lalu lintas di lokasi tersebut. Sehingga, tidak lagi terjadi kemacetan.

Zakir mengakui meski sudah mengantisipasi terjadinya kemacetan di daerah perempatan gadin, upaya tersebut selalu di luar kemampuan. Pos terpadu tidak maksimal. Bahkan, di bulan Ramadan ini, masyarakat nyaris tidak terkontrol oleh para petugas.

“Hal itu terjadi akibat membeludaknya masyarakat yang berbelanja ke pasar Gadin,” responnya. (ito/anm)

Related Search

    Tags: