BERBAGI ILMU: Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail dan Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudianto Ghafur saling berbagi cindera mata, Kamis (19/3).

Probolinggo Belajar Perda Miras ke Pamekasan

1460 views

KOTA-Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kotamadya Probolinggo mengunjungi Komisi I DPRD dan Pemkab Pamekasan di Ruangan Paripurna DPRD Pamekasan, Kamis (19/3). Pertemuan antar-wakil rakyat dan Pemkab Pamekasan itu membahas Perda Pamekasan No 18 Tahun 2001 tentang Larangan Minuman Keras yang dijadikan rujukan Rancangan Perda tentang Miras di Kota Probolinggo.

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail menjelaskan, perda tentang miras yang sudah diterapkan di Pamekasan sejak tahun 2001, dianggap sebagai salah satu perda di Jawa Timur yang efektif menekan peredaran miras dalam jumlah yang tinggi. Perda tersebut akhirnya dikupas habis bersama Komisi I DPRD dan Pemkab Pamekasan.

Dalam kajian selama 3 jam itu, perwakilan dari Kota Probolinggo dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kotamadya Probolinggo Agus Rudianto Ghafur dan Ketua Pansus I DPRD Kota Probolinggo Hamid Rusi yang dikuti oleh seluruh peserta Pansus dan jajaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Pemkot Probolinggo.

Sementara dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan diwakili oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Alwi Beiq beserta jajaran Bagian Administrasi Hukum. Satpol PP Pamekasan juga hadir membahas untuk menyajikan laporan-laporan pelaksanaan penegakan Perda nomor 18 Tahun 2001 dalam menekan peredaran miras di kota gerbang salam.

“Pamekasan dijadikan rujukan karena sejak diberlakukan Perda Miras, terbukti efektif menekan jumlah peredarannya,” katanya.

Di Perda Nomor 18 tahun 201 tentang Larangan Peredaran Miras yang sangat detail menjelaskan tentang larangan dalam berbagai hal, mulai dari penjualan hingga larangan meminumnya dalam kondisi apa pun. Pemkot dan DPRD Kota Probolinggo tertarik mempelajarinya.

Menurut Hamid Rusi, Kota Probolinggo merupakan kota transit dari berbagai dari dan menuju beberapa kabupaten lain di Jawa Timur, potensi peredaran minuman keras sangat terbuka lebar. Untuk membatasinya, diperlukan regulasi yang kuat. Apalagi, di Kota Probolinggi sudah menjamur kafe-kafe yang bepotensi menyediakan miras. (waw/anm/adv)

Related Search