PSK ONLINE: Bisnis prostitusi online ternyata tidak hanya terjadi di sebuah kota besar, namun bisnis tersebut juga sudah mulai merebak di daerah Pamekasan. (KM/TOTOK ISWANTO)

Prostitusi Online Rambah Gerbang Salam

918 views

KORANKABAR (PAMEKASAN)-Makin pesatnya perkembangan bisnis esek-esek ternyata tidak hanya terjadi di wilayah pusat. Namun juga merebak di kabupaten yang kerap kali disebut sebagai Bumi Gerbang Salam, yakni Pamekasan. Bukan istilah warung esek-esek lagi, tapi bisnis itu dilakukan secara online.

Bisnis prostitusi yang bermodus memasarkan pekerja seks komersial (PSK) terhadap para lelaki hidung belang melalui saluran media online.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Pamekasan menilai modus prostitusi melalui media sosial (medsos) saat ini mulai menjadi trend baru bagi para PSK di Pamekasan.

Hal itu diketahui setelah para petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) melakukan pemeriksaan terhadap salah satu PSK yang berhasil diamankannya. Medsos yang dijadikan sebuah sarana akan memperluas dan mempermudah terjadinya bisnis haram di Gerbang Salam.

”Hal ini akan sangat sulit diketahui. Para PSK bisa dengan mudah memanfaatkan Medoss ini untuk menjajakan dirinya kepada lelaki hidung belang. Memang menggunakan modus media sosial lagi ngetrend saat ini,” ucap Kasi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol-PP Pamekasan Yusuf Wibisono, Minggu (24/5).

Menurutnya perkembangan pola bisnis esek-esek ini semakin kreatif dalam menarik mangsa. Bahkan keuntungan bisnis itu juga bisa lebih menggiurkan.

Pihaknya mengaku kesulitan mengungkap dan memberantas modus baru tersebut. Sebab berbagai trik dan modus yang dilakukan para PSK untuk melakukan bisnis haram itu makin halus dan rapi.

“Makin banyaknya modus yang dilakukan PSK, semakin menyulitkan kerja tim (Satpol-PP red). Karena banyak cara untuk lepas dari kejaran tim. PSK saat ini makin kreatif untuk mengais keuntungan, dan ini modus baru di Pamekasan, bahkan Saat ini PSK yang menjalin hubungan ilegal dengan pelanggannya tidak lagi menempati hotel maupun rumah kos, itulah kesulitannya,” jelasnya.

Disinggung mengenai kemaksimalan dalam operasi yang dilakukan oleh penegak Perda, Yusuf menegaskan cukup rumit dan sulit. Menurutnya, sekalipun sudah digelar operasi rutin, baik operasi mandiri maupun gabungan bersama TNI/Polri, belum pasti bisa mengungkap modus yang pastinya hanya diketahui oleh segelintir orang saja.

“Karena pergantian modusnya luar biasa. Mereka menawarkan PSK ini kepada pelanggannya dengan menggunakan mobil, berpindah-pindah dari satu titik ke titik yang lain. Jadi hal inilah yang saat ini kita cari solusinya. Sehingga PSK yang terselubung dengan menggunakan jaringan media sosial bisa terlacak,” tegasnya. (ito/h4d)

Related Search