KBM: Pembangunan gedung akdemi komunitas sudah menjadi target pemerintah daerah atas intruksi pemerintah pusat untuk pengembangan pendidikan agar menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.KM/SPESIAL FOR KM

Proyek GAK Disdik Rp2 Miliar Di Jadwal Ulang

KORANKABAR.COM(PAMEKASAN)-Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan tidak hanya lumpuh pada persoalan intrik dibidang proyek pembangunan. Namun parahnya sangat mengentengkan program kepemerintahan yang menjadi target kemajuan pendidikan. Saat ini Disdik harus menta dokumen baru untuk Pembangunan Gedung Akademi Komunitas (GAK).

 

Proyek dengan nilai anggaran Rp2,100,000,000 tersebut sangat disayangkan untuk di jadwal ulang unruk melancarkan proyeknya di tahun 2017. Padahal GAK sudah menjadi target pemerintah daerah atas intruksi pemerintah pusat untuk pengembangan pendidikan vokasional yang menekankan pada penguasaan kompetensi kerja agar menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

 

Hal tersebut dikeluhkan oleh Komisi IV DPRD Pamekasan atas gagalnya perencanaan untuk memupuk kualitas mutu pendidikan di bumi Gerbang Salam. Selain itu, Disdik juga perlu lebih komprensif menata pembangunan untuk dunia pendidikan.

 

“Mau bagaimana lagi, kalau kinerja Disdik seperti itu. Terpaksa program GAK itu harus dijadwal ulang,“ kecewa Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Apik, Selasa (15/11).

 

Apik merasa tertekan dengan kinerja Disdik yang tidak kunjung memberi kepercayaan kepada masyarakat. Sehingga arah pengembangan pendidikan vokasi di Pamekasan dengan mengadopsi konsep pendidikan baru kembali gagal. “Pembangunan GAK itu sudah menjadi upaya pemerintah untuk menampung para komunitas pelajar yang potensialnya tinggi,” tambahnya.

 

Menurut Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Rahmat Kurniadi Suroso, proyek pembangunan GAK di jadwal ulang dikarenakan ada beberapa syarat yang dilengkapi. Dari itu, pihaknya memastikan proyek yang dijadwal ulang besar kemungkinan kurang rampungnya dokumen perencanaan.

 

Sementara itu, Pengakuan dari Disdik Pamekasan, membenarkan bahwa pembangunan GAK dijadwal ulang akibat terkendala faktor perencanaan yang kurang lengkap. “Iya telat bagi kami tidak jadi masalah. Dari pada kita garap namun terkesan dipaksakan, kan tidak baik,” terang Kepala Disdik melalui sekretarisnya Slamet Goestiantoko. (km29)

Related Search