KM/ILUSTRASI

Ramadan Sebabkan Inflasi Naik

244 views

KORANKABAR.COM (SUMENEP)–Pergerakan inflasi di Sumenep pada Ramadan ini diprediksi akan naik. Hal itu didasarkan pengalaman Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya. Harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan, bahkan mendekati hari raya Idul Fitri, cenderung naik, itulah yang menjadi penyebab inflasi tinggi.

“Pada bulan Ramadan, sudah menjadi biasa inflasi naik,” papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep Suparno, Kamis (25/6).

Meski diprediksi inflasi naik, dia mengaku tidak bisa memaparkan secara rinci tentang kenaikan inflasi itu, sebab perhitungan secara menyeluruh akan dilakukan pada akhir bulan. Dengan demikian, pergerakan inflasi itu akan diketahui di awal bulan berikutnya. “Kalau hitungan satu bulan belum penuh, saya akan dapat data dari mana?” ungkap Suparno.

Lebih jauh dia memaparkan, inflasi di Kabupaten Sumenep pada bulan Mei kemarin sebesar 0,43 persen, itu melebihi inflasi Jawa Timur sebesar 0,41 persen, tapi lebih rendah dibanding inflasi Nasional sebesar 0,50 persen.

Suparno merinci, dari 7 kelompok pengeluaran 5 di antaranya mengalami inflasi, satu kelompok deflasi dan satu kelompok lagi stabil. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,24 persen, kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau 0,51 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,07 persen, kelompok sandang 0,20 persen, kelompok kesehatan 0,50 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang terjadi deflasi adalah kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen. Sedangkan kelompok yang relatif stabil adalah pendidikan, rekreasi dan olahraga.‪

Dibeberkan Suparno, komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi adalah bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, rokok kretek, udang basah, bayam, daging ayam ras, daging ayam kampung dan bawang putih.

Sedangkan yang mempengaruhi deflasi adalah beras, cabai rawit, angkutan antar kota, daun bawang, kacang hijau, kacang panjang, kentang, tongkol, teri dan telor ayam kampung. “Tingkat inflasi tahun kalender Januari sampai Mei 2015 terjadi deflasi 0,02 persen, Jawa Timur inflasi 0,78 persen, dan Nasional inflasi 0,42 persen,” pungkasnya. (mat/zis)

Related Search