TERUS MENINGKAT: Jumlah kuota elpiji di Kabupaten Sumenep terus mengalami kenaikan konsumen, sehingga kuota elpiji harus diusulkan penambahan kuotanya.

Ramai-ramai Migrasi ke Elpiji Melon

1091 views

KOTA-Pengguna elpiji ukuran 3 kilogram di Sumenep terus mengalami lonjakan. Hal ini salah satunya karena makin marak konsumen elpiji 12 kilogram beralih menjadi pemakai elpiji 3 kg.
Di samping tuntutan bagi pemerintah daerah untuk menambah kuota elpiji 3 kilogram, karena di Sumenep merupakan kabupaten yang tersdiri dari kecamatan-kecamatan kepulauan dan membutuhkan stok elpiji yang lebih tinggi. Hal itu dinilai wajar jika jumlah kebutuhan atau stok elpiji 3 kilogram terus mengalami kenaikan.
Kepala Sub Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep Suhermanto menjelaskan, pihaknya harus menambah kuota elpiji 3 kilogram melihat kebutuhan konsumen elpiji melon terus mengalami lonjakan karena banyaknya konsumen elpiji 12 kilogram yang beralih ke elpiji bersubsidi.
Ia menegaskan, pada tahun 2015 ini pihaknya sudah mengusulkan penambahan kuota elpiji dibandingkan tahun sebelumnya. Setiap bulannya, pemerintah daerah mengusulkan 480.600 tabung atau sebesar 1.441.800 kilogram untuk Sumenep per bulannya.
Sementara untuk realisasinya di tahun 2014, yaitu 370.000 tabung per bulan atau sekitar 1.110.000 kilogram per bulannya. “Kami memang mengusulkan, karena jumlah kebutuhan elpiji 3 kilogram terus meningkat di tatanan konsumen. Kami mengusulkan di tahun 2015, bahwa penambahan kuota elpiji 3 kilogram sebanyak 480.600 tabung atau sebesar 1.441.800 kilogram per bulannya,” ujarnya pada Kabar Madura.
Diketahui, bahwa Sumenep masuk kabupaten yang pelaksanaan konversinya tuntas dan pertumbuhan penduduk terus bertambah. Sehingga hal itu juga berdampak pada pengguna atau konsumen elpiji yang kuota terus bertambah. Maka dianggap wajar jika asumsi kebutuhan terhadap elpiji juga ikut bertambah.
“Di samping itu, asumsi penambahan kuota elpiji 3 kilogram ini, karena di Sumenep banyaknya konsumen yang migrasi dari elpiji 12 kilogram ke 3 elpiji ukuran 3 kilogram, serta Sumenep memiliki wilayah kepulauan yang membutuhkan stok yang cukup untuk didistribusikan ke wilayah kepulauan,” ungkapnya.
Hanya saja, sampai saat ini usulan penambahan kuota elpiji yang diusulkan oleh pemerintah daerah Sumenep masih belum ada jawaban dari pihak Dirjen Minyak dan Gas (Migas). “Akan tetapi, biasanya kita atau kabupaten/kota diundang oleh Dirjen Migas terkait hal itu. Itu biasanya bertujuan adalah sebuah bentuk koordinasi,” katanya.
Menurut Hermanto, usulan yang telah diajukan untuk penambahan kuota elpiji tersebut akan dihitung dan dilihat kebutuhan terhadap elpiji 3 kilogram. Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar usulannya bisa diterima dan di Sumenep diberi tambahan kuota elpiji seperti yang telah diusulkan oleh pemerintah daerah Sumenep. (ong/zis)

Related Search