TAK TRANSPARAN: KI Sumenep saat melangsungkan sidang sengketa informasi terhadap tiga Kades di Kecamatan Lenteng, Selasa (15/11).KM/Fathor Rahman

Realisasi DD Dinilai Tidak Transparan KI akan Panggil 20 Kades di Kecamatan Lenteng  

KORANKABAR.COM(SUMENEP)–Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep akan memanggil 20 Kepala Desa (Kades) Kecamatan Lenteng. Pemanggilan itu menyusul adanya aduan sengketa informasi dari masyarakat lantaran Kades tidak transparan dan menolak memberikan informasi terkait Dana Desa dan Anggaran dana Desa (DD-ADD).

Ketua KI Sumenep RAj Hawiyah Karim mengatakan, pihaknya pada Selasa (15/11) kemarin telah memanggil tiga Kades, diantaranya Kades Lembung Timur, Kambingan dan Kades Cangkreng. Dari tiga Kades itu, hanya dua yang hadir dan satu Desa diwakilkan namun surat kuasa perwakilannya tidak memenuhi syarat sehingga ditolak dan akan dilakukan pemanggilan ulang.

“Satu Desa menarik diri karena tidak sepakat untuk memberikan data yang diminta pemohon, yaitu Desa Cangkreng. Satu Desa lainnya, yakni Desa Lembung Timur masih meminta waktu untuk diberikan mediasi lanjutan,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Oleh karenanya, dari hasil sidang yang dilakukan KI terhadap Kades yang dipanggil kemarin menghasilkan tiga kriteria, Desa Lembung tidak memenuhi syarat maju sebagai termohon, untuk Desa Cangkreng tidak sepakat untuk dimediasi sehingga dinyatakan gagal dan Kambingan Timur masih akan dilakukan mediasi lanjutan.

Ditolaknya perwakilan yang hadir ke KI, menurut Wiwik sapaan akrab RAj Hawiyah Karim karena pihaknya tidak mau mengambil resiko yang dikhawatirkan tidak ada kesamaan persepsi antara yang diwakilkan.

“Memang pada dasarnya bisa diwakilkan, tapi surat kuasa yang luas bukan hanya sebatas mewakili. Oleh karenanya, yang mewakili bukan hanya hadir mewaili tetapi kehadirannya harus juga bisa punya kewenangan mengambil keputusan, menjawab pertanyaan dan punya kebijakan memutuskan,” paparnya.

Pemanggilan terhadap 20 Kades Kecamatan Lenteng, ditegaskan Wiwik menyusul adanya permintaan informasi yang tidak ditanggapi, kemudian ada yang ditanggapi tapi tidak memuaskan pemohon, sehingga pada akhirnya oleh pemohon disengketakan ke KI.

Setelah memanggil tiga Kades dari tiga Desa, selanjutnya akan memanggil Kades yang ada di Kecamatan Lenteng secara bertahap. “Sebenanrya pada intinya, kami menginginkan adanya keterbukaan tanpa paksaan. Kalau misalnya para pihak terpaksa, lebih kami selesaikan secara ajudikasi,” tukasnya. (ong/rei)

Related Search