Rekomendasi SKK Migas Terancam Hangus

1160 views

SAMPANG-Nasib pengalihan trading minyak dan gas (Migas) dari PT Sampang Mandiri Perkasa (SMP) ke PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) kian buram. Pasalnya, sampai sekarang Senin (9/3) surat rekomendasi itu tak kunjung turun.

Berdasarkan catatan Kabar Madura, pengalihan trading migas itu mencuat sejak setahun yang lalu pada masa kepemimpinan anggota dewan lama.

Selain itu sempat mencuat adanya pembentukan panitia khusus (Pansus) dalam penyelamatan migas itu. Bahkan, desakan juga pernah disampaikan kepada SKK Migas agar surat rekomendasi itu segera turun.

Namun sayangnya, pengawalan itu kandas setelah masa jabatan anggota dewan berakhir pada bulan agustus 2014. Dan pada saat itu surat rekomendasi itu masih belum juga turun.

Pengalihan trading migas kembali mencuat pada masa kepemimpinan anggota dewan yang baru, pada akhir tahun 2014 kemarin. Anggota dewan dari komisi II dengan eksekutif langsung mendatangi kantor SKK Migas di Jakarta.

Namun sayangnya, surat rekomendasi itu masih saja buram, ketika pihak SKK Migas belum bisa memastikan terkait rekomendasi itu. Hanya saja pada saat itu informasinya akan ada kejelasan pada pertengahan bulan Februari.

Kegelisahan anggota dewan dari komisi II kembali dilontarkan, mengingat sampai detik ini surat rekomendasi itu masih saja belum ada kejelasan.”Kami sudah berkoordinasi dengan PT GSM, memang sampai sekarang rekomendasi dari SKK Migas belum turun,” ujar Ketua Komisi II DPRD Sampang Moh. Nasir, Senin (9/3).

Abah Nasir panggilan akrabnya Moh. Nasir sedikit menceritakan terkait hasil koordinasi dengan PT GSM. Dia mengatakan, jika dimungkinkan surat rekomendasi dari SKK Migas akan turun dalam bulan ini. ”Informasinya sudah ada keputusan jika surat rekomendasi itu akan turun dalam pekan ini,” ulasnya.

Ketika ditanya mengenai adanya persyaratan yang mengharuskan PT GSM harus ada dari pihak bank sebegai penjamin dalam pengalihan itu. Abah Nasir mengatakan, jika saat ini sudah ada salah satu bank yang siap menjadi penjamin dalam kerjasama trading migas itu.

”Saya tanyakan terkait persayaratannya, jawaban dari PT GSM jika sebagian sudah lengkap,” jelasnya.

Ketika ditanya kembali apa langkah dewan ketika rekomendasi itu dalam bulan ini belum juga turun? Abah Nasir menegaskan pihaknya akan menekan PT GSM dan Pemkab agar tidak main-main dalam persoalan trading migas itu. Bahkan, mengancam akan mendatangi kembali kantor SKK Migas.

”Kami tidak ingin main-main dalam mengawal trading migas ini, jika masih saja tidak jelas, kami akan menekan SKK Migas, karena bagaimanapun migas ini hak warga Sampang, dan kami tidak ingin migas ini kembali lepas,” tegasnya.

Bahkan, Abah Nasir mengatakan jika SKK Migas tidak punya hak untuk tidak mengeluarkan rekomendasi itu. Apalagi menurutnya persoalan surat rekomendasi itu sudah hampir dua tahun lamanya.

”Kami tidak ingin masyarakat Sampang terus menerus seperti sekarang ini, hanya mendengar ada migas tanpa bisa mendapatkan hasil dari migas itu, jadi hanya ada satu kata “Harga mati surat rekomendasi itu harus turun,” tukasnya. (mam/h4d)

 

 

Related Search