DIKRITIK: Kekosongan jabatan kepala sekolah dan guru kelas di SDN Guluk-guluk terus menuai kritik tajam terhadap pola kinerja dinas pendidikan (disdik) setempat.

Respon Disdik Lamban

1028 views

GULUK-GULUK-Kekosongan jabatan kepala sekolah (kepsek) dan guru kelas SDN I Guluk-guluk, Kecamatan Guluk-guluk, menuai kritik tajam. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep dinilai lamban merespon persoalan itu.
“Mestinya jangan dibiarkan terlalu lama persoalan itu. Ini kan terkesan dibiarkan,” tegas anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) Mohammad Suhaidi, kemarin.
Yang sangat mengherankan, kata Suhaidi, ketiadaan guru di dua kelas sekolah tersebut sudah terbilang lama, tapi ternyata hingga kini tetap dibiarkan diisi oleh guru suka relawan (sukwan). “Siapan pun boleh menyangsikan kemampuan guru sukwan itu, meski memiliki latar akademik, karena tidak ada pembekalan layaknya guru PNS sebelum mengajar,” ungkapnya.
Dia berharap disdik segera mengambil langkah terkait persoalan di SDN I Guluk-guluk itu. “Kasihan muridnya,” ungkapnya.
Berdasarkan penuturan operator sekolah, Basir, sekolah tersebut tidak memiliki kepsek sejak Desember 2014 lalu. Gara-gara tidak memiliki kepsek, sekolah tidak bisa mengambil dana BOS. Sedangkan kelas V tidak memiliki guru kelas sejak Oktober 2014, dan kelas VI tidak memiliki guru kelas sejak ada mutasi pegawai di awal tahun 2014, tapi hingga kini belum ada guru kelas pengganti.
Sebelumnya, Kabid Ketenagaan Disdik Sumenep Fajarisman mengaku telah menginstruksikan pengawas TK-SD yang ditugaskan di Kecamatan Guluk-guluk untuk mengambil alih sementara posisi sementara kasek. Sementara kekurangan guru kelas, masih bisa disiasati dengan guru tidak tetap (GTT). Dia yakin GTT tersebut bisa diandalkan dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan maksimal, karena juga berlatar akademik yang dibutuhkan sekolah. (mat/zis)

Related Search