KM/Fathor Rahman Kurang diminati: Penerbangan perintis di Sumenep menjadi tanggung jawab moral SKPD agar dimanfaatkan ketika bepergian ke Surabaya atau Jember.

SKPD Harus Ikut Bertanggung Jawab

684 views

KORAN KABAR (SUMENEP)-Kendati penerbangan perintis sudah dioperasikan sejak beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Sumenep masih terus dihantui kekhawatiran. Kekhawatiran tersebut, yakni tidak tercapainya 80 persen kuota target penumpang yang menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan milik Susi Air.

Bupati Sumenep Busyro Karim menjelaskan pihak pemkab memang diberi tugas untuk mencari penumpang. Tujuannya  bagaimana target minimal 80 persen dari kapasitas pesawat 12 penumpang harus tercapai. Tanggung jawab untuk memenuhi 80 persen tersebut diakui sudah dilakukan.

“Kalau 80 persen itu sudah kita lakukan upaya-upayanya, namun permasalahannya untuk memenuhi kuota penumpang, ketika pesawat dari Jember ke Sumenep atau dari Surabaya ke Sumenep, itu yang menjadi pemikiran kita ke depannya,” ujar Busyro pada Kabar Madura.

Mengenai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sumenep yang kabarnya diwajibkan untuk memanfaatkan pesawat perintis, bupati membantahnya. Namun tanggung jawab moral untuk mensukseskan penerbangan perintis Sumenep melekat di SKPD tersebut.

“Kalau diwajibkan itu mungkin kurang tepat, tapi ketika ada kegiatan di Surabaya diimbau agar naik pesawat perintis tersebut. Karena bagaimanapun teman-teman punya tanggung jawab moral untuk mensukseskan penerbangan Perintis ini,” tukasnya.

Diubahnya jadwal penerbangan, menurut Busyro karena jika hari Sabtu dan Minggu merupakan hari kurang efektif. Sementara jika Kamis dan Jumat diyakini akan banyak masyarakat atau SKPD yang bisa memanfaatkan untuk naik pesawat tersebut.

“Kamis dan Jumat itu memang hari kerja, jadi mungkin ada SKPD ada rapat atau kegiatan di Surabaya, sehingga bisa memanfaatkan pesawat tersebut untuk menghadiri rapatnya di Surabaya,” imbuhnya. (ong/zis)

Related Search