TAK SERIUS BEKERJA: Hingga masuk April, dinas teknis di Kabupaten Pamekasan belum juga merealisasikan proyeknya

SKPD Lelet Jalankan Program

35 views

KORANKABAR.COM (PAMEKASAN)-Semester pertama sudah berlalu. Tapi hingga memasuki April, belum ada tanda-tanda Pemkab Pamekasan belum menggelar pekerjaan proyek fisik.
DPRD setempat menilai fakta tersebut tidak lepas dari kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang lelet. Akibatnya, sampai detik ini realisasi program SKPD mandeg.

Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin mendesak agar SKPD teknis segera menjalankan programnya. Dia tidak ingin ada program pemerintah yang mandek, diakibatkan karena lemahnya pimpinan kepala dinas.
“Makanya kami tidak ingin pekerjaan proyek fisik 2017 dikebut tayang sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Jika tidak menjelang akhir tahun, nyaris tak ada realisasi program. Akibatnya, proyek yang digelar dikebut tayang dan hasilnya jelek,” sesalnya.
Menurutnya, mandegnya realisasi program membuat kesejahteraan masyarakat terganggu, utamanya dalam bidang pembangunan fisik. Disinggunng persoalan indikator tidak berjalannya program, Halili mengaku belum tahu secara pasti.

“Apapun kalau digarap secara mendadak pasti tidak akan maksimal. Mungkin itu gambaran kendalanya,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail, menganggap mandeknya program pemkab bisa diakibatkan lamanya kepala dinas dalam melaksanakan kinerjanya.
”Kalau SKPD tidak mampu menjalankan programnya, itu harus ada kajian khusus mengapa program ini tidak bisa berjalan maksimal. Besar kemungkinan karena kepala dinas tidak mampu menerjemahkan program kerja sesuai dengan visi-misi kepemimpinan Bupati Achmad Syafii dan Wakil Bupati Khalil Asy’ari (ASRI),” ujarnya.

Dengan tegas, dia meminta Pemkab Pamekasan untuk mengevaluasi kepala dinas yang tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. Agar perealisasian program bisa berjalan maksimal tanpa adanya hambatan.
”Bisa saja solusinya dengan mengganti pimpinan SKPD yang sudah tidak mampu menjalankan tugasnya. Atau kalau ada cara lain mari didiskusikan dalam forum. Sehingga, tidak terus-terusan masyarakat yang dikorbankan. Jika program pemerintah ini berjalan lancar, maka rakyat pun ikut sejahtera,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya berharap Pemkab Pamekasan segera mengambil kebijakan konkret mengenai belum digelarnya program fisik memasuki April. Sebab sebagai pengambil kebijakan, harusnya sudah memahami kinerja nyata dari masing-masing SKPD.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengatakan, semua hal yang dibeberkan dari DPRD dalam Pandangan Umum (PU) tentang Penggunaan APBD merupakan masukan. Sehingga, kritikan tersebut akan dipertimbangkan untuk dilaksanakan.

”Nanti kami akan komunkasikan dengan dinas teknis soal pekerjaan proyek fisik,” responnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang Pamekasan Totok Hartono mengatakan, ada beberapa kelengkapan draf yang perlu diperhatikan. Pada bagian proses ini merupakan kegiatan penting dalam upaya memahami dokumen proyek. Sehingga, dapat dibuat catatan-catatan penting.
“Nanti pertengahan tahun, kami targetkan sudah bisa tancap gas,” beber Totok.
Dijelaskan, draf kelengkapan dokumen itu meliputi penempatan ruang lokasi atau bill of quantity (BoQ), spek teknis atau technical specification, gambar atau drawings, agreement, general & special condition of contract (surat perjanjian, spek umum dan khusus), attachments (lampiran), addendum, dan peraturan terkait. (rus/nam)

Related Search