Achmad Syafii, Bupati Pamekasan. KM/Dok

Soal Harga Tembakau, Janji Tekan Pabrikan

104 views

KORANKABAR.COM(PAMEKASAN) – Rendahnya serapan tembakau tahun ini mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Realitasnya, Bupati Achmad Syafii berjanji akan berupaya seoptimal mungkin untuk memperjuangkan petani tembakau. Salah satu langkah yang akan dilakukannya, yakni penekanan harga terhadap pabrikan.

Sebab, apabila pabrik secara optimal melakukan penyerapan dengan harga yang pas, maka diyakini petani tembakau akan sejahtera. Pada dasarnya ketersediaan tembakau tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk itu, perlu adanya pengawalan secara optimal agar tembakau petani mendapatkan harga yang terjangkau.

Syafii sapaan akrabnya berjanji akan mengimbau pabrikan agar memaksimalkan pembelian tembakau petani. Terutama petani di daerah yang identik dengan slogan gerbang salam. Sebab, pihaknya kerap mendengar keluhan para petani yang merasa camas, hasil cocok tanamnya tidak terjual dengan harga yang tinggu.

”Serapan tembakau di tingkatan bawah sangat rendah. Maka dari itu kami akan menekan pabrikan agar lebih memaksimalkan dalam melakukan pembelian tembakau milik petani. Apalagi kondisi tembakau tahun ini sedikit,”ujarnya,

Menurutnya, rendahnya penyerapan bukan hanya terjadi lantaran ketidak optimalan pabrikan membeli tembakau. Akan tetapi, juga disebabakan faktor cuaca yang tak menentu. Mayoritas petani tembakau, semraut melakukan penanaman pada musim ini. Akibatnya sebagian petani sudah ada yang menjual dan sebagian masih menanam.

”Rendahnya penyerapan tembakau ini bukan hanya karena faktor lambatnya pabrikan dalam melakukan pembelian. Kondisi cuaca kurang mendukung juga menjadi indikasinya. Biasanya para petani panen secara bersamaan, karena memang faktor cuaca tidak memungkinkan untuk panen bersama maka, ada yang panen juga ada yang tidak,”jelasnya.

Berdasarkan, hasil prediksi dinas kehutanan dan perkebunan (Dishutbun) Pemkab Pamekasan, tahun ini hasil produksi tembakau berkisar 2 ribu hingga 3 ribu ton. Tembakau tersebut tersebar di 13 Kecamatan dengan luasan areal tanam 32,205 hektar. Meliputi,  lahan gunung seluas 5.734 hektar, tegal seluas 15.922 hektar dan lahan persawahan seluas 10.549 hektar.

Sedangkan kebutuhan pabrikan tembakau berdasarkan data dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Pamekasan mencapai 21.250 ton. Masing-masing kebutuhan gudang besar di Pamekasan. Rinciannya PT Bentoel sebanyak 4 ribu ton, PT Djarum 9 ribu ton, PT Gudang Garam 4,4 ribu ton, PT Sadhana Arif Nusa 2 ribu ton, PR Nojorono 1,3 ribu ton dan PR Sukun 550 ton.

Kadisperindag Pemkab Pamekasan, Bambang Edi Suprapto, menjelaskan setelah hampir satu bulan melakukan pembelian, hingga saat ini tembakau yang terserap hanya sekitar 2 ribu ton. Menurutnya rendahnya serapan ini sebagai imbas terjadinya musim kemarau basah yang membuat banyak tembakau gagal tanam.

”Hasil koordinasi kami dengan pabrikan di wilayah Pamekasan sejak September lalu melakukan pembelian serapan masih 2 ribu ton. Jelas hasil produksi tembakau tahun ini akan jauh dari target pembelian setiap pabrikan,” jelasnya. (ito/h4d)

Related Search