SEMPURNA: Jembatan Kertosono siap dipakai 100 persen setelah pembangunan selesai dilakukan. (Dinas PU Bina Marga for Kabar Probolinggo)

Songsong Pembangunan Jembatan dan Jalan 2015

1303 views

KRAKSAAN-Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Probolinggo memiliki tugas dan tanggungjawab membangun dan memelihara jalan dan jembatan di seluruh wilayah Kabupaten. Setiap ada kerusakan, Dinas PU Bina Marga harus merencanakan pembangunannya.

Kepala Dinas PU Bina Marga setempat Anggit Hermanuadi menyatakan, ke depan infrastruktur di Kabupaten Probolinggo akan terus ditingkatkan. “Sudah menjadi tanggungjawab kami untuk melakukan perbaikan. Semua yang kami lakukan adalah atas perintah Ibu Bupati (Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari),” tegasnya.

Peningkatan kualitas infrastruktur itu salah satunya adalah perbaikan jalan. Yang menjadi tanggungjawab Dinas PU Bina Marga penanganan terhadap jalan yang secara geografis berada di wilayah Kabupaten setempat. Sebagian lainnya adalah pembangunan dan perbaikan jalan desa.

Setiap pengusulan pembangunan jalan maupun jembatan selalu diakomodasi melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Hasil musrenbang di tiap tingkatan, dikoordinasikan agar menjadi serentetan program prioritas.

“Sebelum usulan pembangunan dan perbaikan itu ditetapkan menjadi program, kami membentuk tim untuk turun ke lapangan mengecek kondisi objek pembangunan yang diusulkan. Lalu hasilnya kami laporkan kepada Bupati untuk disetujui,” terang Anggit.

Anggit menjelaskan, cukup banyak jalan dan jembatan di Kabupaten Probolinggo yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, setiap tahun Dinas PU Bina Marga selalu membangun, merehab, dan memperbaiki jalan maupun jembatan. Seperti 2 jembatan yang menelan anggaran miliaran rupiah di Kecamatan Gading dan Tongas.

Dua jembatan itu merupakan jembatan penghubung berbagai kecamatan. Anggit menyadari betul pentingnya pembangunan jembatan dan bersifat segera. Dengan persetujuan Bupati Tantri, jembatan itu dibangun pada 2014. “Alhamdulillah saat ini sudah bisa digunakan lagi oleh masyarakat,” terang Anggit.

Selain berdasarkan Musrenbang, Anggit menjelaskan, penentuan titik yang dibangun didasarkan dari penyampaian aspirasi oleh masyarakat. Aspirasi itu disampaikan pada saat tilik desa dan gotong royong. Setiap usulan dari kegiatan tilik desa selalu dicatat dan dimasukkan ke dalam program kerja. “Hasil tilik desa akan menjadi program pada tahun berikutnya. Atau bahkan jika mendesak, akan dilakukan pada saat perubahan anggaran,” kata Anggit.

Anggit menyadari betul, tidak mungkin semua pengajuan disetujui. Sebab setiap usulan pembangunan membawa konsekuensi anggaran yang cukup berat. Sehingga, ada pemilahan usulan berdasarkan skala prioritas. Namun, Anggit memastikan setiap usulan dari desa hingga kecamatan tetap akan dilaksanakan.

“Kendalanya hanya pada anggaran yang terbatas. Sesuai petunjuk Bupati, setiap usulan dari masyarakat harus diterima dan direalisasikan sepanjang untuk kepentingan umum dengan mengedepankan prinsip prioritas dan mendesak,” tegas Anggit.

Sementara itu, Kabid Pemeliharaan Jalan Santoso mengatakan, Dinas PU Bina Marga telah melaksanakan program kerja secara maksimal. Khususnya selama 2 tahun pasangan HATI (Hj P Tantriana Sari-HA Timbul Prihanjoko) memimpin. Pada tahun ini, akan ada ratusan meter jalan kabupaten dan 7 jembatan yang akan diperbaiki. “Semoga program Dinas PU Bina Marga terlaksana dengan baik. Di mana pembangunannya sesuai rencana dan bisa dibangun tepat waktu,” terangnya. (bro/Dinas PU Bina Marga)

Related Search