SAMBUTAN: Plt Kepala Diskoperindag Kota Soehari Wasis Ismoyo (dua dari kanan) memberikan sambutan kepada peserta sosialisasi IBW di kantor Kecamatan Kedopok, kemarin (19/3). (KP/Choirul Umam Masduqi)

Sosialisasikan IBW untuk Calon Pengusaha Baru

KEDOPOK-Dinas Koperasi Industri Energi Mineral dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Probolinggo terus berpacu dengan waktu guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (Mea) akhir tahun ini. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menggelar sosialisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Berbasis Wilayah (IBW) di Kantor Kecamatan Kedopok, kemarin (19/3).

Program IBW merupakan kerjasama antara Pemkot Probolinggo dengan Universitas Wisnuwardhana dan Universitas Kanjuruhan Malang. Kedua belah pihak memiliki misi yang sejalan dalam hal peningkatan perekonomian rakyat. “Tentunya hal itu demi membangun Kota Probolinggo yang lebih baik,” kata Plt (pelaksana tugas) Kepala Diskoperindag Kota Probolinggo Soehari Wasis Ismoyo.

Ada 45 peserta sosialisasi dari Kelurahan Jrebeng Kulon, Jrebeng Wetan, dan Kedopok. Dari jumlah tersebut, Diskoperindag akan membentuk tiga kelompok untuk mengikuti berbagai pelatihan yang disiapkan tahun ini. misalnya pelatihan pembuatan aksesori, kerajinan tangan, dan kerudung.

“Tujuannya untuk meningkatkan kemandirian masyarakat. Sehingga mereka memiliki keahlian yang berpotensi menambah pendapatan. Pendapatan itu datang dari produk yang dihasilkan. Kondisi keuangan keluarga pun terbantu,” kata Wasis, panggilan karibnya.

Wasis berharap peserta bisa mengikuti dengan baik dan ilmu yang didapat bisa bermanfaat. “Untuk mendapatkan skill dan keterampilan, semua orang harus banyak belajar. Apalagi pemula. Insya Allah masyarakat yang siap tidak akan menganggap MEA sebagai ancaman, namun justru sebuah peluang,” tandasnya.

Salah satu narasumber adalah Ennike Dwi Kusumawati dari Universitas Kanjuruhan Malang. Menurutnya, potensi di tiga kelurahan tempat peserta berasal, akan diarahkan untuk menjadi sejumlah produk. Produk-produk itu akan difasilitasi oleh pemerintah dan perguruan tinggi untuk dipasarkan di luar daerah. “Kami nanti akan bantu menjual. Bisa jadi nanti akan dijual ke Kalimantan dan Indonesia bagian timur,” ucapnya.

Hal paling penting untuk diperhatikan calon pengusaha, tak lain dari tekad kuat mereka sendiri. Tekad itu harus dilengkapi dengan semangat bekerja keras dan menjalaninya dengan penuh dedikasi. “Tangguh, tahan banting, dan tetap berusaha. Jangan mudah menyerah untuk menjadi pengusaha baru,” tandasnya. (rul/dik)

Related Search