BELUM DISENTUH: Hingga kini proyek stadion senilai Rp27,5 miliar itu belum dimulai kelanjutannya.

Sport Center Boleh tanpa Amdal?

1348 views

korankabar.com (PAMEKASAN)–Analis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Proyek Pembangunan Sport Center sedang tertahan di Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena dinilai belum terlegalisasi.

Namun, alasan barunya, proyek itu dianggap belum perlu syarat Dokumen Amdal. Karena, belum memenuhi syarat sebagai proyek yang dipersyaratkan harus memiliki dokumen Amdal.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Sport Center Muttaqin mengatakan, proses penyusunan Amdal yang pernah dilakukan sebelumnya hanya untuk mengantisipasi saja. Karena Kewajiban memiliki Dokumen Amdal hanya untuk proyek minimal seluas 10 hektare. Sementara, di Sport Center, yang dibebaskan hanya 5 hektare untuk pembangunan stadion.

“Sebenarnya, dalam proyek itu belum diwajibkan memiliki dokumen Amdal karena luasannya belum mencapai 10 hektare. Penyusunan Amdalnya hanya untuk antisipasi saja kalau luasannya sampai 10 hektare,” kata Muttaqin, Senin (11/5).

Awalnya proyek tersebut bukan bernama Sport Center melainkan pembangunan stadion. Setelah disusun Detail Enginering Design (DED) proyek tersebut berubah nama menjadi Sport Center. Karena, yang akan dibangun tidak hanya stadion tapi juga beberapa arena olahraga lainnya, seperti voli, tenis bahkan sirkuit balap motor.

Untuk mendapatkan legalisasi dari Pemprov Jatim, kini izin amdalnya kembali diajukan ke Komisi Amdal untuk mendapat pengesahan. Sebelumnya dari Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ditemukan bahwa rekanan penyusun Amdalnya dinilai tidak kompatibel. Namun, Muttaqin enggan menanggapinya karena itu sebelum dia menjadi PPK proyek terkait.

“Saya tidak tahu persis soal kompatibel dan tidaknya, karena itu sebelum saya. Tapi untuk yang sekarang sudah didaftarkan penyusunan Amdalnya ke Pemprov Jatim untuk disidang oleh Komisi Amdal,” ujarnya lagi.

Sebelumnya Muttaqin mengakui, bahwa saat pembuatan dokumen amdal belum sampai pada tahap legalisasi dari Pemprov Jatim. Lelang amdal tersebut dilaksanakan pada tahun 2013 dan dimenangkan oleh rekanan dari Kota Malang.

Harga penawaran dari rekanan itu sebesar Rp247,5 juta dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp250 juta. “Jadi waktu amdal dibuat, belum sampai pada legalisasi dari intansi berwenang di Pemprov Jatim,” ungkapnya.

Saat ini, Pemkab Pamekasan sedang berupaya untuk koordinasi dengan Gubernur Jatim, Soekarwo terkait pembebasan lahan. Namun, untuk membebaskan lahan itu perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Sementara untuk proses pembangunan stadionnya sedang memasuki tahap lelang dengan anggaran Rp26 miliar yang terbagi dalam empat paket. (waw/h4d)

Related Search