BANTUAN: Distribusi raskin di Sumenep masih amburadul, memasuki bulan 5, baru 3 kecamatan kepulauan yang selesai pendistribusiannya. (KM/Dok)

Stok Menipis, 6 Kecamatan Gagal Tebus Raskin

603 views

KORANKABAR (SUMENEP)–Sekitar ada 6 kecamatan tidak dapat membagikan beras untuk masyarakat miskin (raskin) karena ketersediaan di gudang bulog Sumenep tidak mencukupi.

Sebab, 6 kecamatan itu tidak bisa menebus raskin lantaran stok raskin di gudang bulog hanya tinggal 4 ton saja. Sementara untuk memenuhi raskin 6 kecamatan tersebut dibutuhkan lebih dari 4 ton, sehingga penebusan raskin tidak bisa teralisasi.

Tidak tersedianya raskin itu, diduga karena pihak pemerintah Sumenep dan juga pihak Bulog Sumenep kurang respon. Akibatnya, ketersediaan raskin yang minim lantaran tidak ada pengiriman dari provinsi.

“Kami pertanyakan kinerja pemerintah ini, kenapa stok raskin sampai minim dan tidak memenuhi. Padahal sudah terjadi keterlambatan hingga 5 bulan distribusi raskin di tahun ini,” ujar Sarkawi pada Kabar Madura yang mengetahui 6 Kecamatan tidak bisa menebus raskin.

Padahal, saat ini masyarakat miskin penerima raskin atau Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Sumenep sangat membutuhkan realisasi raskin tersebut dan sudah mennggu realisasinya. Itu karena saat ini sudah menjelang bulan Ramadan.

Dinilai, ketika raskin hingga saat ini tidak tersedia dan mengalami keterlambatan sampai 5 bulan, tidak menutup kemungkinan terjadi permainan sejumlah pihak terhadap distribusi raskin. Sebab seharusnya raskin sudah teralisasi dan tidak terlambat sampai lima bulan.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setkab Sumenep, Mohammad Hanafi mengakui jika stok raskin di Bulog cukup terbatas. Pihaknya menyiasati dengan membuat pola pendistribusian raskin, sisten pendistribusian yang dibuat tersebut adalah dengan mengutamakan pendistribusian raskin ke daerah kepulauan.

“Memang bulan Januari hanya cukup untuk 3 pulau/Kecamatan saja. Sehingga untuk raskin selama tahun 2015, baik bulan Januari hingga Mei, daratan tidak kebagian, bahkan Kecamatan kepulauan banyak yang tidak kebagian. Yang kebagian sejauh ini hanya Kecamatan/pulau Sepudi, Sapeken dan Raas, sementara untuk pulau lainnya memang masih belum, termasuk daratan,” terangnya.

Soal terbatasnya raskin, dinilai karena adanya raskin yang dikembalikan karena kualitasnya kurang baik beberapa waktu lalu. Maka dikembalikannta raskin ke Jawa Timur karena kualitas itu yang menjadi penyebab minimnya stok raskin.

“Tapi kami sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Sub Divree Bulog Madura yang ada di Pamekasan. Berdasarkan koordinasi itu, pihak Sub Divree sudah menyanggupi untuk mendistribusikan raskin ke Sumenep,” imbuhnya. (ong/h4d)

Related Search