MEMBANGGAKAN: Tim penilai dari Provinsi Jawa Timur saat berada di SDN Pandian I dan berfoto bersama Kepala Dinkes Sumenep Fatoni (kedua dari kiri) dan Ibu Wabup Nia Kurnia (ketiga dari kanan). KM/Fathor Rahman

Sumenep Masuk Enam Besar Lomba PSN DBD

156 views

KORANKABAR.COM(SUMENEP) Kabupaten Sumenep selangkah lagi masuk tiga besar dalam lomba Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) di sekolah, karena dari 11 Kabupaten yang ada di Jawa Timur, Kabupaten yang ada di ujung timur pulau garam ini sekarang masuk ke enam besar dalam lomba yang diadakan oleh pemerintah provinsi Jawa Timur.

Semua itu tentu tidak lepas dari kerja dan perjuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, karena untuk bisa sampai pada enam besar ada persaingan yang cukup ketat. Oleh karenanya, untuk bisa mencapai tiga besar, butuh usaha yang lebih maksimal lagi.

“Alhamdulillah Sumenep sudah masuk ke enam besar lomba PSN DBD, saat ini dilakukan penilaian enam besar, jika Sumenep masuk kategori maka akan masuk ke tiga besar,” kata Kepala Dinkes Sumenep Fatoni kepada Kabar Madura kemarin saat mendampingi tim penilai dari pemerintah provinsi Jawa Timur di SDN Pandian I Kota Sumenep.

Dikatakan, yang diikutkan dalam lomba PSN DBD pihaknya sengaja memilih sekolah SDN Pandian I sebab di sekolah itu mempunyai komitmen dari pihak sekolah dan murid dalam hal kebersihan dan pemberantasan DBD. “  SD lain sebenarnya juga masuk dalam kategori lomba itu” imbuhnya.

Di SDN Pandian ini, sudah ada kader pemantau jentik nyamuk. Selanjutnya, kader-kader itu nantinya akan mensosialisasikan kepada keluarga, baik itu orang tua maupun lingkungan sekitar di rumahnya. “Kami optimis dengan pencegahan sejak dini, kedepannya melalui program ini bisa menekan angka sakit dan kematian akibat DBD,” paparnya dengan optimis.

Tujuan dari lomba ini, adalah untuk menurunkan angka penyakid DBD dan angka kematian akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Tak kalah pentingnya dari semua itu adalah pembelajaran kepada anak usia SD tentang penyakit DBD yang ditimbulkan nyamuk. Sebab pemahaman sejak dini kata Fatoni adalah cara yang angat efektif.

Untuk diketahui, saat ini tim penilai yang terdiri dari tiga instansi Pemerintah Provinsi (Pemprov), seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Komunikasi dan Informasi  sedang turun ke daerah-daerah yang masuk enam besar termasuk Sumenep. (ong/rei)

Related Search